Waspada Banjir, Status Siaga di Dua Titik Ibu Kota Naik ke Level 3

- Senin, 12 Januari 2026 | 09:05 WIB
Waspada Banjir, Status Siaga di Dua Titik Ibu Kota Naik ke Level 3

Status siaga di Pos Pantau Pesanggrahan dinaikkan menjadi level 3 pagi ini. Tinggi airnya sudah mencapai 180 sentimeter. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh BPBD DKI Jakarta.

"Pukul 08.00 WIB TMA (tinggi mata air) 180 cm,"

Begitu bunyi keterangan yang diunggah di akun X mereka, Senin (12/1/2026). Situasinya memang mulai mencemaskan.

Melihat kondisi itu, pihak berwenang langsung mengeluarkan imbauan. Warga yang rumahnya berada di sepanjang bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan. Bahaya banjir mengintai.

Wilayah yang perlu bersiap cukup banyak. Mulai dari Lebak Bulus, Pondok Pinang, sampai Bintaro. Lalu merambat ke Pesanggrahan, Cipulir, dan Ulujami. Tidak ketinggalan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, serta Kedoya Utara dan Selatan. Daerah seperti Rawa Buaya, Kembangan, Cengkareng Timur, Srengseng, Kelapa Dua, Kapuk, Kedaung, Kaliangke, hingga Kapuk Muara juga masuk daftar.

"Dihimbau kepada warga di sepanjang bantaran sungai agar waspada dan hati-hati terhadap bahaya banjir," tegas BPBD.

Namun begitu, masalahnya tak cuma di Pesanggrahan. Di sisi lain ibu kota, Pos Pantau Sunter Hulu juga mengalami hal serupa. Statusnya ikut naik ke siaga 3 dengan ketinggian air yang sama, 180 cm, tercatat pada pukul delapan pagi.

Kenaikan status di Sunter Hulu ini otomatis memperluas zona waspada. BPBD memetakan sejumlah lokasi lain yang berpotensi terdampak. Daerah tersebut antara lain Bambu Apus, Cilangkap, Pondok Ranggon, dan Setu. Kemudian Lubang Buaya, Pondok Bambu, Pondok Kelapa, serta beberapa wilayah di Cipinang.

Daftarnya berlanjut: Cipinang Melayu, Cipinang Muara, Duren Sawit, Jatinegara Kaum, sampai Kayu Putih. Pulo Gadung, Sumur Batu, Kelapa Gading Barat dan Timur, Kebon Bawang, Rawa Badak Selatan, Rawa Badak Utara, hingga Sungai Bambu juga perlu bersiaga. Cuaca yang tak menentu membuat situasi harus terus dipantau ketat.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar