Surabaya Gelar Gerakan GEMILANG, 2.776 TK Kunjungi SD untuk Permudah Transisi Murid

- Rabu, 25 Februari 2026 | 11:15 WIB
Surabaya Gelar Gerakan GEMILANG, 2.776 TK Kunjungi SD untuk Permudah Transisi Murid

Surabaya lagi-lagi jadi pionir. Kali ini, transformasi pendidikan nasional diwujudkan lewat sebuah gerakan bernama GEMILANG. Gerakan Magang Antar Lingkungan ini, yang diinisiasi Bunda PAUD Kota Surabaya Rini Indriyani, menjadi jawaban konkret untuk kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun dari pemerintah pusat. Intinya, program ini ingin memastikan anak-anak tidak grogi saat harus naik jenjang dari TK ke SD.

Menurut sejumlah saksi, antusiasme di lapangan ternyata luar biasa. Gerakan yang digelar serentak pada 9 hingga 13 Februari 2026 itu berhasil menarik partisipasi ribuan lembaga. Tidak main-main, data yang dirilis menunjukkan 2.776 TK ikut serta.

"Tercatat sebanyak 2.776 lembaga Taman Kanak-Kanak (TK) berpartisipasi aktif melakukan kunjungan edukatif ke SD terdekat dalam rentang waktu 9 hingga 13 Februari 2026,"

ujar Rini dalam sebuah keterangan tertulis, Rabu lalu.

Yang menarik, gelombang partisipasi ini tidak hanya datang dari sekolah-sekolah di bawah Dinas Pendidikan. Lembaga PAUD Raudhatul Athfal (RA) yang berada di bawah Kemenag RI juga turut ramai-ramai bergabung. Ini menunjukkan sinergi yang cukup solid di tingkat akar rumput.

Lalu, seperti apa sih praktiknya di lapangan? Rini memaparkan, program GEMILANG dirancang sebagai jembatan strategis dengan beberapa poin kunci. Pertama, soal penyambutan. Murid-murid TK B disambut hangat dan diajak keliling untuk mengenal lingkungan SD. Mulai dari ruang kelas, perpustakaan, sampai lapangan bermain. Tujuannya sederhana: menghilangkan kesan asing dan menakutkan.

"Yang kedua, menyajikan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui metode bercerita atau permainan ringan agar anak memiliki persepsi positif terhadap jenjang SD,"

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar