SENAYANPOST - Pejabat senior Hamas, Osama Hamdan menekankan bahwa Brigade Izzuddin Al Qassam, Brigade Saraya Al Quds, dan kelompok Perlawanan Palestina terus mengelola pertempuran di Gaza.
Dalam konferensi pers terbarunya, Osama Hamdan menegaskan bahwa prasyarat bagi kesepakatan pertukaran tahanan adalah penghentian total agresi terhadap Gaza.
Dia juga mengungkapkan bahwa gerakan tersebut mengajukan proposal kepada Qatar dan Mesir yang memenuhi tuntutannya, namun mendapat penundaan dari pihak penjajah Israel.
Menyinggung situasi di Gaza, Hamdan menyoroti bahwa 800.000 warga Palestina benar-benar mengalami kelaparan akibat pendudukan Israel yang menghalangi masuknya pasokan yang diperlukan ke Jalur Gaza.
Baca Juga: Hamas Tolak Solusi Dua Negara soal Israel dan Palestina, Amerika Serikat Justru Bilang Begini
Ia menekankan bahwa obat-obatan yang disediakan oleh Perlawanan Palestina kepada para tawanan sudah habis karena blokade dan agresi Israel, dan menekankan bahwa setiap inisiatif untuk memberikan obat-obatan kepada para tawanan harus mencakup pemberian obat-obatan kepada warga Palestina di Gaza.
Pejabat senior Hamas mencatat bahwa lebih dari 7.000 orang, sebagian besar anak-anak dan perempuan, masih hilang di bawah reruntuhan, dan menambahkan bahwa pendudukan Israel melakukan lebih dari 2.000 pembantaian terhadap warga sipil di Gaza, yang mengakibatkan lebih dari 21.000 orang menjadi martir.
Artikel Terkait
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran
Trump Naikkan Tarif Global Jadi 15% Usai Dibatalkan Mahkamah Agung
Iran Tegaskan Hanya Diplomasi Solusi untuk Isu Nuklir, Peringatkan Konsekuensi Militer
Obama Tegaskan Tak Ada Bukti Kunjungan Alien ke Bumi Saat Ia Presiden