Ia kembali menyinggung motif di balik serangan.
Menurutnya, penggunaan kekerasan untuk mengendalikan sumber daya negara lain adalah praktik kolonialisme gaya baru. Moncada mendesak Dewan Keamanan untuk bertindak dan menuntut pembebasan serta pemulangan segera Presiden Maduro dan Ibu Negara.
Meski begitu, ia menyatakan situasi dalam negeri tetap terkendali. "Lembaga-lembaga negara berfungsi normal. Tatanan konstitusional terjaga," ujarnya.
Kecaman dari Sekutu Regional
Kecaman juga datang dari tetangga terdekat. Dalam pidato perdananya di Dewan Keamanan, utusan Kolombia Leonor Zalabata Torres dengan tegas mengutuk peristiwa 3 Januari itu.
serunya.
Ia menambahkan, tidak ada alasan apa pun yang bisa membenarkan penggunaan kekuatan sepihak untuk agresi. Torres lalu melontarkan pertanyaan kritis.
Suara keras lainnya berasal dari Kuba. Utusan PBB mereka, Ernesto Soberon Guzman, menuding Washington punya "rencana hegemonik dan kriminal" untuk Venezuela. Ia mengutuk keras agresi militer AS dan menegaskan kembali dukungan penuh Havana untuk rakyat Venezuela.
Guzman menekankan bahwa masa depan Venezuela adalah hak mutlak rakyatnya, tanpa campur tangan asing. Menurutnya, jika AS benar-benar peduli pada perdamaian dan keadilan, mereka tak akan menyerang, mengabaikan nyawa, kedaulatan, dan keutuhan wilayah sebuah bangsa berdaulat.
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April