MURIANETWORK.COM – Dua kapal tanker minyak akhirnya berhasil disita Amerika Serikat. Kapal-kapal itu sebelumnya dikenai sanksi dan diduga kuat terkait dengan Venezuela. Penyitaan ini jadi puncak dari pengejaran panjang yang melelahkan, berlangsung di wilayah Atlantik Utara dan perairan Karibia yang hangat.
Menurut laporan 9News, Kamis lalu, salah satu kapal bernama Bella 1 bukanlah nama baru dalam daftar hitam Washington. Kapal ini sudah dijatuhi sanksi sejak 2024, dituding sebagai bagian dari “armada bayangan” yang mengangkut minyak secara ilegal.
Nah, Komando Eropa AS kemudian mengonfirmasi pada Rabu bahwa Bella 1 akhirnya diamankan. Alasannya jelas: melanggar sanksi AS. Kapal itu sempat berusaha menghindari blokade, bahkan kabarnya dikejar hingga ke perairan dingin antara Skotlandia dan Islandia.
Yang menarik, dalam upaya kaburnya, Bella 1 disebut-sebut berganti nama menjadi Marinera dan mengibarkan bendera Rusia. Tapi, AS tampaknya tak ambil pusing. Mereka dengan tegas menyatakan tak mengakui klaim itu dan menganggap kapal tersebut tak punya kewarganegaraan atau dalam istilahnya, stateless.
Ceritanya makin seru ketika seorang pejabat AS membocorkan bahwa Rusia sempat mengerahkan aset angkatan laut, bahkan kapal selam, untuk melindungi Bella 1. Meski begitu, seberapa dekat mereka saat penyitaan terjadi masih jadi tanda tanya. Data pelacakan dari MarineTraffic mencatat, kapal itu disita sekitar 305 kilometer di selatan Islandia. Cukup jauh juga.
Tak cuma Bella 1, AS ternyata juga menyita satu kapal tanker lain di Karibia. Kapal ini juga dianggap tak berkewarganegaraan dan dicurigai melakukan aktivitas ilegal.
Merespons operasi ini, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, tak ragu menunjukkan sikap kerasnya lewat sebuah postingan media sosial.
“Para penjahat dunia telah diberi peringatan. Kalian bisa lari, tetapi kalian tidak bisa bersembunyi,” tulisnya singkat namun penuh pesan.
Di sisi lain, Gedung Putih berusaha menegaskan bahwa Presiden Donald Trump sama sekali tidak gentar. Langkah ini memang berpotensi memicu ketegangan baru dengan Rusia dan China, tapi tampaknya itu bukan halangan.
“Dia akan menegakkan kebijakan yang terbaik untuk Amerika Serikat, termasuk memberlakukan embargo terhadap semua kapal armada gelap yang secara ilegal mengangkut minyak,” ujar Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt.
Operasi penyitaan ini rupanya bukan aksi spontan. AS sudah membuntuti Bella 1 sejak kapal itu masih berkeliaran di dekat Venezuela. Untuk menangkapnya, mereka mengerahkan banyak sumber daya: mulai dari pesawat pengintai canggih P-8, kapal penjaga pantai, hingga dukungan militer dari sekutu seperti Inggris. Perburuan itu akhirnya berhasil dituntaskan di Atlantik Utara yang berangin.
Artikel Terkait
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran
Trump Naikkan Tarif Global Jadi 15% Usai Dibatalkan Mahkamah Agung
Iran Tegaskan Hanya Diplomasi Solusi untuk Isu Nuklir, Peringatkan Konsekuensi Militer
Obama Tegaskan Tak Ada Bukti Kunjungan Alien ke Bumi Saat Ia Presiden