Di Gedung DPR, Senin lalu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme yang cukup tinggi. Target pertumbuhan ekonomi 6 persen di tahun ini, menurutnya, sangat realistis untuk dicapai. Ia tak sekadar berharap, tapi memaparkan sejumlah strategi konkret yang sedang dijalankan pemerintah.
Kuncinya ada pada sinergi. Purbaya menekankan pentingnya kerja sama yang erat antara kebijakan fiskal dan moneter, terutama dengan Bank Indonesia. Langkah pertama yang diambil adalah memastikan likuiditas dalam sistem keuangan nasional benar-benar terjaga dan cukup. "Yang pertama berdoa," ujarnya dengan canda, sebelum masuk ke penjelasan yang lebih teknis.
"Pertama, kita pastikan likuiditas sistem finansial cukup baik. BI dan keuangan sudah setuju untuk menjaga itu bersama."
"Yang kedua, saya pastikan program-program belanja pemerintah dibelanjain cepat di awal tahun ini. Terus, kalau likuiditas sistem cukup baik biasanya sektornya jalan kan," kata Purbaya.
Di sisi lain, pemerintah tak hanya bergantung pada sisi permintaan. Upaya perbaikan iklim investasi juga digenjot, salah satunya lewat proses "debottlenecking" atau penguraian hambatan aturan. Memang sempat ada penyesuaian jadwal karena agenda rapat di DPR yang padat, namun agenda penyelesaian hambatan investasi ini disebutnya terus berjalan.
Purbaya mengakui bahwa dampak dari stimulus ekonomi memerlukan waktu. Tidak instan. Tapi ia yakin, dengan perbaikan di segala lini, target itu bisa digapai.
Artikel Terkait
Kemnaker Bantah Isu Cairnya Bantuan Subsidi Upah di Januari 2026
Prabowo Gerak Cepat: Instruksi Darurat Banjir Jawa Tengah hingga Jakarta
Amran Siapkan Gudang Baru di Karimun, Pasokan Beras Kepri Dijamin Aman
Lahan HGU Terlantar Disiapkan Jadi Hunian Tetap Korban Banjir Sumatra