Termasuk pemboman di dekat makam ahli strategi Pasukan Quds IRGC Qassem Suleimani.
Baca Juga: Event #TanyaHenryAjaDulu, Supaya Warga Tionghoa tidak Salah Pilih
Washington mengutuk serangan Iran di Erbil dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mereka yang terbunuh.
"Kami menentang serangan rudal sembrono Iran, yang merusak stabilitas Irak," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller.
Serangan Iran ke Erbil yang diduga menjad markas Mossad Israel bakal membuat situasi di Timur Tengah semakin memanas.
Baca Juga: Aipda SS Ditangkap di Bireuen, Sedangkan AKBP AP di Tangkap Dibanda Aceh, Ini Peran Keduanya
Dikutip dari laman UPI News, IRGC menyerang markas Mossad dengan rudal balistik sebagai pembalasan atas pembunuhahn komandan Iran oleh agen mata-mata Israel, lapor Kantor Berita Republik Islam.
Dewan Keamanan Wilayah Kurdistan membantah klaim IRGC dalam sebuah pernyataannya sendiri yang mengatakan Iran "selalu menggunakan alasan yang tidak perlu untuk menyerang Erbil."
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: hallo.id
Artikel Terkait
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang
AS Akhirnya Meringkus Dua Kapal Tanker Armada Bayangan Venezuela