Penemuan ini memunculkan pertanyaan tentang variasi genetik pada golongan darah langka P dan memperkaya pemahaman kita tentang keragaman genetik dalam masyarakat Tiongkok. Cao Guoping, seorang dokter dari Taixing People's Hospital, menjelaskan bahwa hasil pengurutan gen pada kasus ini tidak konsisten dengan semua mutasi gen kelompok P yang dilaporkan sebelumnya.
"Dalam kasus ini, telah dipastikan bahwa rangkaian nukleotida yang hingga saat ini belum ditemukan di tempat lain di dunia dalam golongan darah P. Penemuan baru ini mempunyai nilai klinis yang besar," ucap Cao dalam Global Times.
Namun, golongan darah P sering terlewatkan dalam pengujian rutin karena tidak dapat diambil oleh reagen yang digunakan untuk pengujian golongan darah ABO dan Rh.
Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting untuk membantu individu dengan golongan darah langka ini mempersiapkan diri, terutama dalam konteks transfusi darah dan potensi krisis terkait, seperti yang dijelaskan oleh Cao.
Contohnya, individu dengan golongan darah P hanya dapat menerima transfusi darah dari jenis yang sama, yang dapat menjadi faktor kritis selama kehamilan.
Baca Juga: Gmail Terbaru: Fitur 'Pilih Semua' Akhirnya Hadir di Android, Apa Bedanya dengan Versi iOS?
Keberadaan antibodi 'anti-Tja' pada golongan darah P dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti keguguran berulang dan bayi lahir mati, karena antibodi tersebut menyerang plasenta secara langsung.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bicaraberita.com
Artikel Terkait
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran
Trump Naikkan Tarif Global Jadi 15% Usai Dibatalkan Mahkamah Agung
Iran Tegaskan Hanya Diplomasi Solusi untuk Isu Nuklir, Peringatkan Konsekuensi Militer
Obama Tegaskan Tak Ada Bukti Kunjungan Alien ke Bumi Saat Ia Presiden