MURIANETWORK.COM - Harga sejumlah komoditas pangan strategis menunjukkan tren kenaikan seiring memasuki bulan Ramadhan. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia per Senin (23 Februari 2026) mengonfirmasi fenomena ini, dengan lonjakan harga paling signifikan terjadi pada kelompok cabai. Meski demikian, beberapa barang kebutuhan pokok lain justru tercatat mengalami penurunan harga, memberikan sedikit penyeimbang bagi daya beli masyarakat.
Lonjakan Harga pada Komoditas Utama
Memasuki periode permintaan tinggi, tekanan harga terasa di pasar. Kelompok beras, misalnya, hampir seluruh kualitasnya mengalami kenaikan. Mulai dari beras kualitas bawah I yang naik 2,13 persen menjadi Rp14.400 per kilogram, hingga beras kualitas super II yang merangkak naik 3,09 persen ke level Rp16.700 per kilogram. Kenaikan serupa, meski lebih kecil, juga terjadi pada bawang merah dan protein hewani seperti daging ayam serta daging sapi.
Namun, sorotan utama berada pada komoditas cabai yang harganya melesat tajam. Cabai merah keriting bahkan mencatat kenaikan hampir 20 persen dalam sehari.
Cabai dan Daging Catat Kenaikan Tertinggi
Di antara semua komoditas, cabai merah keriting menjadi penyumbang inflasi pangan dengan kenaikan fantastis sebesar 19,5 persen, menjadikan harganya Rp52.100 per kilogram. Cabai merah besar juga tidak kalah signifikan, meroket 10,42 persen menjadi Rp48.200 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit merah dan hijau turut mengalami kenaikan masing-masing 5,34 persen dan 3 persen.
Di sisi protein, daging sapi kualitas I naik 3,16 persen menjadi Rp145.200 per kilogram, diikuti daging sapi kualitas II dan daging ayam ras segar yang juga mengalami kenaikan lebih dari 2 persen dan 0,5 persen.
Ada Pula Komoditas yang Harganya Turun
Meski tren umumnya naik, tidak semua harga bergerak ke arah yang sama. Beberapa komoditas justru menunjukkan grafik penurunan, yang bisa menjadi angin segar bagi konsumen. Bawang putih, misalnya, harganya sedikit melunak 1,44 persen menjadi Rp41.200 per kilogram.
Penurunan yang lebih menarik terjadi pada kelompok minyak goreng. Minyak goreng curah turun 2,57 persen menjadi Rp18.950 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I juga ikut turun 1,74 persen, meski varian bermerek II justru mengalami kenaikan kecil.
Fenomena fluktuasi harga ini merupakan dinamika pasar yang wajar, terutama saat menyambut bulan suci dengan pola konsumsi yang berubah. Pantauan terhadap data harian seperti ini penting untuk memahami pola dan mengantisipasi gejolak yang mungkin terjadi di tingkat konsumen.
Artikel Terkait
Ronaldo Kenakan Bisht Usai Bawa Al Nassr Puncaki Klasemen Liga Arab Saudi
Seskab Bantah Isu Produk AS Bebas Masuk Tanpa Sertifikasi Halal
Petani Perkuat Pasokan Sayur Jelang Ramadan di Tengah Tantangan Cuaca Ekstrem
Mantan Agen CIA Klaim Trump Siap Serang Iran Pekan Depan di Tengah Jalur Diplomasi Aktif