Baca Juga: Isu Ferdy Sambo Tak Berada Dalam Penjara, Mahfud MD Akhirnya Buka Suara
Sementara itu penolakan MBZ ini juga dinilai menegaskan kembali posisi banyak negara Arab yang enggan menanggung biaya untuk pembangunan kembali Gaza yang hancur imbas agresi Israel selama tiga bulan terakhir.
"Gagasan bahwa negara-negara Arab akan datang untuk membangun kembali dan membayar tagihan atas apa yang terjadi saat ini hanyalah angan-angan saja," kata pejabat UEA.
Sejak perang Israel-Hamas pecah, pemerintah Israel memberlakukan larangan bagi warga Palestina di Tepi Barat masuk ke wilayahnya karena alasan keamanan.
Baca Juga: Bupati Sidoarjo Genjot UMKM Go To Ekspor
Dengan penutupan ini lebih dari 100 ribu warga Palestina yang bekerja di Israel pun tidak bisa memasuki wilayah itu.
Kondisi ekonomi Palestina yang memburuk serta meningkatnya angka pengangguran imbas perang telah meningkatkan kekhawatiran di kalangan lembaga keamanan Israel dan pemerintahan Amerika Serikat bahwa kondisi itu bisa menyebabkan peningkatan kekerasan di Tepi Barat.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jawapos.com
Artikel Terkait
Rusia Klaim Tumbangkan F-16 Ukraina dengan Rudal S-300
AS Desak Warganya Tinggalkan Venezuela, Waspadai Perburuan Pasca Penangkapan Maduro
AS Desak Warganya Tinggalkan Venezuela, Situasi Keamanan Dinilai Memuncak
Latihan Militer Tiga Negara di Afrika Selatan: Sinyal di Tengah Gejolak Global