Sebuah klaim mengejutkan datang dari Moskow. Rusia menyatakan pasukan pertahanan udaranya berhasil menjatuhkan pesawat tempur F-16 buatan Amerika yang diterbangkan Ukraina. Senjatanya? Sistem rudal S-300.
Klaim ini disampaikan seorang komandan dengan nama sandi "Sever" dalam wawancara di televisi Russia-1, Minggu lalu. Kepada jurnalis Vladimir Solovyov, Sever menyebut F-16 itu sebagai target paling berharga yang pernah dihadapi unitnya.
"Kami butuh waktu lama untuk persiapan operasi ini. Kami lacak dan antisipasi. Musuh bangga bilang pesawat ini tak bisa dihancurkan. Nyatanya, mereka jatuh dari langit seperti pesawat lain juga,"
Begitu penuturan Sever, seperti dikutip media Rusia. Menurutnya, dua rudal ditembakkan. Yang pertama merusak jet, dan yang kedua menghancurkannya sama sekali.
Namun begitu, ada detail penting yang justru tak disebut: kapan dan di mana persisnya peristiwa itu terjadi. Sever sama sekali tak menyentuh poin itu.
Di sisi lain, kita tahu Ukraina mulai dapat kiriman F-16 dari sekutu Barat mereka sejak Agustus 2024. Dan sejak saat itu, Kiev memang sudah mengakui kehilangan empat unit. Jumlah yang cukup signifikan, mengingat pesawat ini dianggap game-changer.
Laporan dari sejumlah media internasional menyebutkan, dari total 87 jet F-16 yang dijanjikan, Ukraina sejauh ini baru menerima sekitar 44 unit. Artinya, setiap kehilangan memang terasa berat. Klaim Rusia ini, benar atau tidak, pasti akan jadi bahan perdebatan sengit di tengah situasi perang yang masih panas.
Artikel Terkait
Iran Tuding AS-Israel Ciptakan Perpecahan, Negara Teluk Kutuk Serangan Rudal ke Kuwait
Pemimpin Tertinggi Iran Bersembunyi di Lokasi Rahasia, Hambat Negosiasi dengan AS
Iran Pancarkan Sinyal Diplomasi dan Perlawanan di Tengah Negosiasi dengan AS
Arab Saudi dan Kuwait Tutup Akses Pangkalan, Operasi Militer AS di Selat Hormuz Terhenti