Tekanan terhadap pucuk pimpinan PPP kian memanas. Para Ketua dan Sekretaris DPW se-Indonesia secara terang-terangan mendesak Ketua Umum Muhamad Mardiono untuk bertindak. Langkah tegas yang mereka minta jelas: evaluasi hingga penggantian Sekretaris Jenderal, Taj Yasin, harus segera dilakukan.
Menurut sejumlah saksi, desakan ini meledak dalam Rapat Koordinasi Nasional via Zoom, Kamis lalu. Forum yang dihadiri pimpinan daerah se-Indonesia itu berubah menjadi ruang kritik pedas. Kinerja Sekjen dinilai tidak lagi sejalan dengan arah partai, malah dianggap sebagai penghambat.
Saiful Rahmat Dasuki, Ketua DPW DKI Jakarta, tak sungkan menyebut ada oknum di tingkat DPP yang jadi masalah. Mantan Wakil Menteri Agama itu menyoroti satu hal: sejak Surat Keputusan Kementerian Hukum terbit, fungsi Sekjen dinilai mandek.
“Sejak SK Menkum keluar sampai sekarang, hampir enam bulan, pembicaraan untuk kepentingan partai nyaris nol. Yang ada malah urusan pribadi. Ini jelas tidak wajar dalam organisasi mana pun,” ujar Saiful dalam keterangan tertulisnya di hari berikutnya, Jumat.
Ia bahkan menuding ada tindakan inkonstitusional. Bagi Saiful, berbagai manuver yang dilakukan sudah masuk kategori pembangkangan terhadap partai sendiri.
“Fungsi Sekjen kan menggerakkan organisasi. Nyatanya? Justru sebaliknya. Ini perlawanan. Karena itu, tindakan tegas seperti penggantian mutlak diperlukan,” tegasnya.
Dukungan serupa datang dari daerah lain. Mulyadi, Sekretaris DPW Sumatera Barat, menyatakan soliditasnya pada DPP. Namun begitu, ia mendesak persoalan ini jangan dibiarkan berlarut.
“Kami dukung penuh evaluasi terhadap kader yang tidak bekerja. Masalah Sekjen harus cepat diselesaikan, jangan sampai mengganggu kinerja kita semua,” kata Mulyadi.
Di sisi lain, ada urgensi politik yang tidak bisa diabaikan. Eka Candra dari Kalimantan Barat mengingatkan, agenda besar seperti verifikasi partai sudah menunggu di depan mata.
“Kami sepakat Sekjen perlu diganti cepat. Konsolidasi tidak bisa ditunda. Ketum harus segera cari pendamping yang bisa menjalankan roda organisasi dengan baik,” ujar Eka.
Rapat yang juga membahas persiapan musyawarah cabang ini jelas meninggalkan pesan kuat. Dinamika internal PPP ini adalah sinyal keras bagi DPP di Jakarta. Soliditas partai diuji, dan respon yang cepat ditunggu, terutama dengan berbagai agenda politik berat yang sudah menghadang.
Artikel Terkait
Bareskrim Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ton Bawang di Pontianak
Ratusan Kapal Nelayan Cirebon Menganggur Akut Akibat Kelangkaan Solar
Petugas Jakarta Barat Dapat Apresiasi Rp 25 Ribu per Kg dan Jalan ke Ancol Atas Penangkapan Ikan Sapu-Sapu
Polisi Bongkar Peredaran Tramadol dan Hexymer Berkedok Toko Ikan Cupang di Petojo