Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan sebuah kabar baik lewat media sosial. Klaimnya, pilot jet tempur AS yang hilang setelah ditembak Iran berhasil dievakuasi. Operasi penyelamatan itu disebutnya melibatkan puluhan pesawat. Namun begitu, klaim Trump langsung dibantah keras oleh Iran.
Bukan cuma membantah, Iran malah mengaku menembak lagi dua pesawat dan satu helikopter AS yang terlibat dalam operasi SAR tersebut. Situasinya jadi makin panas.
Ini semua berawal dari peristiwa hari Jumat lalu, yang digambarkan Iran sebagai "hari kelam" bagi angkatan udara AS dan Israel. Saat itu, angkatan bersenjata Iran melaporkan telah menjatuhkan setidaknya dua jet tempur, tiga drone, plus dua rudal jelajah. Langit di wilayah itu jelas bukan tempat yang aman.
Sejak F-15E Strike Eagle itu jatuh, AS langsung gencar melakukan pencarian. Di sisi lain, Iran justru menjanjikan hadiah bagi siapa pun yang bisa menyerahkan "pilot musuh" itu. Suasana mencekam, dengan dua narasi yang sama sekali bertolak belakang.
Artikel Terkait
Iduladha 2026 Diprediksi 27 Mei, Berpotensi Ciptakan Libur Panjang
Banjir Bandang di Angola Tewaskan 15 Orang dan Rendam Ribuan Rumah
Lebaran Betawi ke-18 Digelar di Lapangan Banteng April 2026
Serangan Udara Israel di Beirut Selatan Tewaskan 4 Orang, Luka 30