Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan sebuah kabar baik lewat media sosial. Klaimnya, pilot jet tempur AS yang hilang setelah ditembak Iran berhasil dievakuasi. Operasi penyelamatan itu disebutnya melibatkan puluhan pesawat. Namun begitu, klaim Trump langsung dibantah keras oleh Iran.
Bukan cuma membantah, Iran malah mengaku menembak lagi dua pesawat dan satu helikopter AS yang terlibat dalam operasi SAR tersebut. Situasinya jadi makin panas.
Ini semua berawal dari peristiwa hari Jumat lalu, yang digambarkan Iran sebagai "hari kelam" bagi angkatan udara AS dan Israel. Saat itu, angkatan bersenjata Iran melaporkan telah menjatuhkan setidaknya dua jet tempur, tiga drone, plus dua rudal jelajah. Langit di wilayah itu jelas bukan tempat yang aman.
Sejak F-15E Strike Eagle itu jatuh, AS langsung gencar melakukan pencarian. Di sisi lain, Iran justru menjanjikan hadiah bagi siapa pun yang bisa menyerahkan "pilot musuh" itu. Suasana mencekam, dengan dua narasi yang sama sekali bertolak belakang.
Melalui postingannya, Trump memberi kabar tentang kondisi sang pilot.
"Kondisinya akan baik-baik saja,"
katanya. Pilot itu disebutkan sempat berlindung di pegunungan Iran yang berbahaya. Anggota kru kedua, menurut Trump, sudah lebih dulu diselamatkan.
Presiden AS itu juga menekankan betapa rumitnya operasi ini. Mereka diklaim telah memantau lokasi pilot selama 24 jam non-stop, merencanakan penyelamatan dengan sangat hati-hati. Tapi, semua klaim AS itu kini mentah di hadapan bantahan dan klaim balik dari Iran. Yang jelas, kedua pihak sama-sama bersikukuh pada cerita mereka masing-masing.
Artikel Terkait
Masjid Raya Pondok Indah Terima 45 Ekor Hewan Kurban, Mulan Jameela Jadi Salah Satu Pengkurban
Partai Demokrat Salurkan 63 Ekor Sapi Kurban untuk Idul Adha, Termasuk Sapi Milik AHY dan SBY
Harga Emas Anjlok 1,3% Akibat Spekulasi Kenaikan Suku Bunga AS dan Ketegangan Iran
Menteri Kebudayaan Sebut Hubungan Indonesia-Prancis Saling Menguntungkan di Tengah Kunjungan Prabowo