Harga emas global mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Selasa waktu setempat, dengan penurunan lebih dari satu persen. Kondisi ini dipicu oleh spekulasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat yang kembali menguat, seiring meningkatnya ketegangan militer di Iran yang meredupkan harapan akan tercapainya kesepakatan damai. Situasi geopolitik tersebut turut mendorong lonjakan harga minyak dan menghidupkan kembali kekhawatiran pasar terhadap inflasi.
Berdasarkan data pasar, harga emas spot yang menjadi acuan harga emas dunia terkoreksi 1,3 persen ke level USD4.511,23 per troy ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga melemah 0,2 persen menjadi USD4.513,90 per troy ons. Pelemahan ini terjadi di tengah ekspektasi pasar obligasi yang memperkirakan langkah selanjutnya dari Federal Reserve akan berupa kenaikan suku bunga, sebuah prospek yang umumnya berdampak negatif bagi aset logam mulia.
Kevin Warsh baru saja dilantik sebagai kepala Federal Reserve pada Jumat lalu, di tengah meningkatnya tekanan agar bank sentral mengambil langkah lebih tegas dalam memperketat kebijakan moneternya. Saat ini, pasar memperkirakan adanya kenaikan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang. Meskipun emas kerap dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini cenderung kesulitan bersaing dalam lingkungan suku bunga yang tinggi.
Di sisi lain, harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari empat persen. Kenaikan ini dipicu oleh ketidakpastian yang masih berlangsung mengenai kemungkinan kesepakatan antara AS dan Iran, serta ketidakjelasan kapan arus pengiriman melalui Selat Hormuz akan kembali normal. Kenaikan harga minyak mentah berpotensi memicu inflasi lebih lanjut, karena produsen cenderung meneruskan kenaikan biaya produksi kepada konsumen.
Para pelaku pasar kini menanti rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS pada Kamis mendatang. Data tersebut akan dipantau secara ketat untuk mengukur tekanan inflasi saat ini serta menentukan arah kebijakan moneter The Fed ke depan. Sementara itu, UBS telah menurunkan target harga emas akhir tahun sebesar USD400 menjadi USD5.500 per troy ons, dengan alasan risiko yang masih berlanjut akibat imbal hasil obligasi yang lebih tinggi dan penguatan dolar AS.
Adapun harga logam mulia lainnya juga mengalami pelemahan. Harga perak spot turun 2,3 persen menjadi USD76,27 per troy ons, platinum kehilangan 1,3 persen menjadi USD1.942,56, dan paladium juga turun 1,3 persen ke level USD1.379,54 per troy ons.
Artikel Terkait
Tips Agar Daging Kurban Tidak Alot: Potong Berlawanan Serat dan Hindari Mencuci Sebelum Beku
Pemkot Tanjungpinang Salurkan 56 Sapi Kurban ke Masjid dan Musala, Rencanakan Tabungan Kurban ASN
Masjid Raya Pondok Indah Terima 45 Ekor Hewan Kurban, Mulan Jameela Jadi Salah Satu Pengkurban
Iduladha di Masjid Cut Meutia: Cukur Rambut Gratis dan Ajak Anak Muda Hidupkan Sunah Rasul