WASHINGTON - Suasana di Washington belakangan ini diwarnai spekulasi tentang sebuah terobosan diplomatik yang besar. Amerika Serikat, menurut sejumlah laporan, mungkin saja sedang berada di ambang kesepakatan damai dengan Iran. Bahkan, kabarnya perundingan putaran kedua bakal digelar di Pakistan dalam waktu dekat.
Presiden Donald Trump sendiri tampak optimis. Menjelang berakhirnya gencatan senjata yang berlaku hingga Selasa depan, ia menyebut AS "sangat dekat" dengan sebuah kesepakatan. "Perundingan putaran kedua akan segera digelar, mungkin akhir pekan ini atau pekan depan," ujarnya.
Trump lalu membeberkan imbas potensialnya dengan gaya khasnya yang blak-blakan.
"Dan kalau itu terjadi, harga minyak bakal terjun bebas. Harga barang dan jasa juga ikut turun drastis, inflasi mereda. Dan yang paling penting, kita terhindar dari bencana nuklir," kata Trump, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, ada perkembangan positif dalam negosiasi belakangan ini. AS disebutnya sedang membina hubungan yang sangat baik dengan para pemimpin baru di Teheran. "Ini benar-benar perubahan rezim," tukas Trump, tanpa mau menyebut nama.
Soal perpanjangan gencatan senjata, Trump justru terkesan tak terlalu khawatir. Ia bahkan ragu apakah itu diperlukan. Pasalnya, ada kemungkinan perundingan baru digelar setelah gencatan berakhir.
"Saya nggak yakin ini perlu diperpanjang. Iran pengin bikin kesepakatan, dan kita lagi urus mereka dengan baik-baik," ucapnya lagi.
Klaimnya semakin berani. Trump menyatakan Iran sudah setuju untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. "Mereka sudah setuju, dengan sangat tegas. Mereka bahkan setuju untuk mengembalikan material nuklirnya kepada kami," tutur Trump.
Antusiasmenya sampai ke level yang lain. Mantan presiden itu bahkan mengisyaratkan kemungkinan berkunjung ke Islamabad jika semuanya berjalan mulus. Dengan nada penuh keyakinan, ia menegaskan bahwa pengumuman kesepakatan damai itu sudah di depan mata.
"Ini akan memberi kita minyak gratis dan akses gratis di Selat Hormuz. Semuanya akan baik-baik saja. Saya malah menduga harga minyak bakal turun ke level yang belum pernah kita lihat sebelumnya," pungkasnya.
Namun begitu, di balik optimisme Trump, banyak pengamat yang masih menunggu realisasi di lapangan. Perjalanan menuju kesepakatan dengan Iran terkenal berliku, dan pernyataan hari ini masih harus dibuktikan dengan tindakan nyata.
Artikel Terkait
Dokter Gia Pratama: Air Putih Murni Kunci Optimalisasi Kerja Ginjal
Warga Vietnam Dideportasi Usai Praktik Dokter Gigi Ilegal di Ciputat
Shin Tae-yong Makin Santer ke Persija, Dua Pemain Asing Ikut Dikaitkan
Polisi Tangkap Ayah dan Anak yang Diduga Bunuh Pedagang Cilok di Cikupa