Kita pasti pernah melihatnya: tetangga yang rumahnya bagus, mobilnya ada, tapi namanya masuk daftar penerima bansos. Bikin gregetan, kan? Nah, kalau kamu merasa ada yang tidak beres, kamu bisa kok ikut melaporkannya. Caranya lewat aplikasi Cek Bansos dari Kemensos.
Fitur yang digunakan namanya 'Sanggahan'. Lewat fitur ini, siapa saja bisa menyampaikan laporan kalau menemukan penerima yang dianggap tidak layak. Syaratnya, harus disertai alasan yang jelas dan kalau bisa ada bukti pendukung. Menurut informasi dari Pusdatin Kesos, begini langkah-langkahnya.
Pertama, unduh dulu aplikasi Cek Bansos di ponselmu, baik lewat Play Store maupun App Store. Setelah terpasang, buka aplikasinya. Kalau sudah punya akun, langsung login saja. Untuk yang baru, pilih menu "Buat Akun" dan ikuti semua langkah pendaftaran sampai akunmu terverifikasi.
Nah, setelah berhasil masuk, cari menu "Sanggahan" yang ada di beranda. Klik "Tambah Sanggahan". Di sini, kamu diminta memasukkan data untuk mencari nama penerima bansos yang ingin dilaporkan. Ketik namanya, lalu klik "Cari Data".
Kalau sudah ketemu, pilih opsi "Klik Untuk Menyanggah". Kamu akan diminta mengisi alasan sanggahan jelaskan dengan singkat mengapa orang ini tidak layak. Jangan lupa, unggah foto kondisi rumah atau bukti lain yang mendukung laporanmu. Ini penting.
Terakhir, centang kolom pernyataan bahwa laporan ini disampaikan dengan jujur. Baru setelah itu, klik "Kirim Sanggahan". Selesai.
Selain lewat aplikasi, ternyata ada juga jalur lain untuk melapor. Misalnya lewat Command Center di nomor 021-171. Atau, kalau lebih suka pakai WhatsApp, bisa kirim pesan ke 0887-7171-171.
Memahami dan Mengecek Desil Kesejahteraan
Sebelum jauh membahas cara cek, apa sih sebenarnya 'desil' itu? Singkatnya, desil ini pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraannya. Penilaiannya dilihat dari banyak hal: mulai dari pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, sampai kepemilikan aset.
Total ada 10 kelompok, masing-masing berisi 10% keluarga di Indonesia. Posisi terendah, desil 1, adalah untuk 10% keluarga dengan kondisi paling memprihatinkan. Sementara desil 10 menempati puncaknya, yaitu kelompok 10% teratas.
Nah, desil ini sifatnya tidak statis. Ia bisa berubah. Kalau kamu merasa data desilmu tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, kamu bisa mengajukan pembaruan. Caranya bisa lewat desa atau kelurahan setempat, dinas sosial, atau langsung lewat aplikasi Cek Bansos dengan menginput data terbaru. Nantinya, data ini akan dihitung ulang oleh BPS secara berkala.
Desil inilah yang jadi dasar penentuan sasaran bansos. Keluarga di desil 1 sampai 4 (40% terbawah) biasanya jadi prioritas penerima bantuan seperti PKH dan Sembako. Untuk desil 5, masih berpeluang mendapat bantuan kesehatan lewat PBI-JK.
Lalu, gimana cara mengecek desil kita sendiri? Mudah. Setelah login di aplikasi Cek Bansos, pilih menu "Profil". Di sana akan muncul informasi "Peringkat Kesejahteraan Keluarga". Angka yang tertera itulah status desil DTSEN-mu. Kamu juga bisa melihat "Profil Keluarga" untuk mengecek data detail yang tercatat di sistem.
Artikel Terkait
Bareskrim Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ton Bawang di Pontianak
Ratusan Kapal Nelayan Cirebon Menganggur Akut Akibat Kelangkaan Solar
Petugas Jakarta Barat Dapat Apresiasi Rp 25 Ribu per Kg dan Jalan ke Ancol Atas Penangkapan Ikan Sapu-Sapu
Polisi Bongkar Peredaran Tramadol dan Hexymer Berkedok Toko Ikan Cupang di Petojo