Lapangan Pancasila di Salatiga, Kamis kemarin, riuh oleh suara nyanyian dan doa. Ribuan umat Kristiani berkumpul untuk merayakan Natal, dan di tengah mereka, hadir Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dia tak sendirian; Wali Kota Salatiga Robby Hernawan dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen turut mendampingi, menyatu dengan kerumunan yang penuh sukacita.
Usai ibadah, suasana makin hangat. Gibran menyapa para jemaat satu per satu, berjabat tangan dengan tokoh agama dan warga biasa yang memadati alun-alun itu. Rupanya, momen ini sangat berarti baginya.
"Salam hangat dari Presiden Prabowo," ujarnya, membuka sambutan.
"Selamat Natal dan Tahun Baru. Semoga Natal tahun ini membawa berkah untuk Bapak dan Ibu semua."
Gibran tampak terkesan dengan atmosfer kota itu. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan rasa syukurnya bisa merayakan Natal di Salatiga sebuah kota yang reputasinya dalam hal toleransi sudah tak diragukan lagi. Dia pun tak segan memberi pujian.
"Selamat kepada Pak Wali Kota, (karena) Salatiga ini adalah kota paling toleran di Indonesia," katanya disambut tepuk tangan.
"Selamat juga untuk Pak Wakil Gubernur, karena di Jawa Tengah ini ada kota tolerannya, ya ada Salatiga, Magelang, dan Semarang, jadi sangat hebat sekali, warganya toleran semua."
Di hadapan sekitar sepuluh ribu pasang mata yang menatapnya, Wapres menekankan satu hal penting: semangat persaudaraan. Bagi bangsa sebesar Indonesia, nilai itu adalah pondasi yang tak boleh retak. Dia secara khusus berpesan kepada para pemuka agama yang hadir.
"Saya titip untuk semua. Pemuka agama dan para pendeta dan romo yang ada di sini, toleransinya terus dijaga," pintanya.
Namun begitu, perhatiannya tak hanya pada perayaan. Pikirannya juga tertuju pada saudara-saudara di seberang pulau yang sedang berduka. Gibran mengajak seluruh jemaat untuk mengheningkan cipta sejenak, mendoakan mereka yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Semoga Tuhan yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kekuatan, ketabahan, serta jalan pemulihan bagi seluruh masyarakat terdampak, dan meneguhkan semangat saling tolong menolong di antara kita,” ucapnya dengan khidmat.
Acara pun ditutup dengan simbol pengharapan yang sederhana namun penuh makna. Bersama Forkopimda setempat, Gibran melepas balon ke angkasa sebagai tanda perdamaian. Tak lupa, dia membagikan kado Natal kepada anak-anak yang hadir, menyapa mereka dengan tawa dan canda, sebelum akhirnya meninggalkan lapangan yang masih dipenuhi senyum hangat penghuni Kota Salatiga.
Artikel Terkait
Wamen Komunikasi dan Digital Pastikan Percepatan Perbaikan Jaringan Telekomunikasi Pasca Banjir Bandang Aceh Tengah
LPEM FEB UI Proyeksikan Inflasi Februari 2026 Capai 3,64-3,92 Persen
Jimmy Lai Divonis 20 Tahun Penjara, Reaksi Internasional Berbeda
Menkeu Purbaya: Koreksi IHSG Berlebihan, Fondasi Ekonomi RI Kuat dengan Pertumbuhan 5,39%