Laporan terbaru dari LPEM FEB UI membeberkan proyeksi inflasi untuk Februari 2026. Angka tahunannya diprediksi merangkak naik, berada di rentang 3,64 hingga 3,92 persen. Kalau dilihat dari bulan ke bulan, justru tren deflasi masih berlanjut, diperkirakan sekitar 0,12-0,39 persen.
Nah, ancamannya dari mana? Menurut lembaga itu, risiko kenaikan inflasi terutama datang dari faktor musiman dan cuaca. Permintaan yang biasanya melonjak jelang Ramadan jadi salah satu pemicu. Belum lagi potensi kenaikan tarif transportasi saat mobilitas masyarakat meningkat menuju Idulfitri.
"Risiko kenaikan inflasi terutama datang dari faktor musiman dan cuaca, yaitu meningkatnya permintaan menjelang Ramadan dan potensi kenaikan tarif transportasi saat mobilitas mulai naik menuju periode Idulfitri, terutama jika pemerintah tidak melakukan pengendalian tarif dan pasokan,"
Begitu bunyi pernyataan LPEM FEB UI dalam laporan analisis makronya yang dirilis Senin (9/2/2026).
Artikel Terkait
Kementerian Kebudayaan Terapkan WFH dan Efisiensi Energi Respons Krisis Global
Menteri ESDM Imbau Masyarakat Tenang, Stok BBM Nasional Masih Aman
Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Mudik Lebaran 2026 Laris, Okupansi Lampaui 100%
TAUD Kecam Konferensi Pers TNI, Penjelasan Kasus Andrie Yunus Dinilai Tak Sentuh Substansi