Jakarta macet lagi pagi ini. Hujan deras yang mengguyur sejak subuh jelas jadi biang keroknya, memperlambat laju kendaraan dan membuat jalanan seperti lautan logam yang diam. Arus lalu lintas menuju ibu kota benar-benar tersendat, dan situasi serupa terpantau di beberapa ruas Tol Dalam Kota.
Menurut Kasat Patroli Jalan Raya Polda Metro Jaya, Kompol Dhanar Dhono Vernandhie, ada dua faktor utama yang berkolaborasi menciptakan kekacauan ini. Pertama, volume kendaraan yang memang selalu tinggi di hari Senin. Lalu, hujan lebat membuat semua orang jadi lebih hati-hati, yang artinya kecepatan berkurang drastis.
"Volume kendaraan, kemudian karena hujan deras sehingga kecepatan kendaraan melambat," ujar Dhanar.
Ia pun mengimbau para pengendara, khususnya yang menuju Bandara Soekarno-Hatta, untuk ekstra waspada dan memperhitungkan waktu perjalanan dengan matang.
"Tetap ikuti arahan petugas di lapangan," pesannya.
Laporan dari akun X Jasa Marga pagi tadi seolah mengonfirmasi betapa parahnya situasi. Kepadatan merata, dari Tol Jagorawi, Bekasi, hingga ke dalam kota. Di Tol Cawang, antrean mengular dari KM 00 sampai keluar Kuningan di KM 05, imbas dari padatnya jalan arteri.
"08.36 WIB Tol_Dalam_Kota Cawang KM 00-keluar Kuningan KM 05 padat, kepadatan volume lalin di jalan arteri. Kuningan KM 06-keluar Semanggi KM 07 800 padat, kepadatan volume lalin," tulis Jasa Marga.
Tak berapa lama sebelumnya, mereka juga melaporkan kemacetan sepanjang 5 kilometer di Tol Jatiwarna. Penyebabnya sama: volume kendaraan yang luar biasa.
"08.34 WIB Tol_JORR_E TMII-Cikunir-Cakung-Rorotan lancar; Jatiwarna KM 38-TMII KM 33 800 padat, kepadatan volume lalin," begitu bunyi kicauannya.
Masih belum selesai. Titik rawan lain adalah Tol Kapuk, dari KM 21 hingga Simpang Pluit KM 19. Sementara itu, kemacetan di jalur arteri berimbas hingga ke Tomang, menciptakan kepadatan dari KM 13 sampai Slipi di KM 12 500. Rupanya, hujan pagi ini sukses mengunci pergerakan ibukota di banyak titik sekaligus.
Artikel Terkait
Prancis Tuding Hezbollah Serang Pasukan PBB di Lebanon, Satu Tentara Tewas
Polda Sumsel Amankan 163 Tersangka dan 7,2 Kg Sabu dalam Pengungkapan Jaringan Narkoba Lintas Wilayah
Gunung Semeru Erupsi, Status Siaga Level III dan Zona Bahaya Dipertegas
Ketua Umum TP PKK Pusat Dukung Minyak Kemiri Belu Jadi Produk Unggulan dan Potensi Ekspor