Penyidik Sebut Tersangka Minta Penundaan
Dari sisi kepolisian, Kanit Tindak Pidana Ekonomi (Pidek) Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Toni Hariyanto, memberikan penjelasan berbeda. Menurutnya, penyidik telah memanggil tersangka untuk proses pelimpahan, namun pihak tersangka justru meminta penundaan. "Sampai kapan (penundaan itu)? Nanti akan dikabari," ucap Toni Hariyanto.
Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Intervensi dan Proses Lambat
Kuasa hukum pelapor, Rachmat, menyayangkan lambatnya penanganan perkara yang telah bergulir sejak 2018 ini. Rachmat menilai kasus ini belum kunjung masuk tahap persidangan karena tahap pelimpahan yang tertunda.
Lebih lanjut, Rachmat mengaku telah melaporkan perkara ini hingga ke tingkat atas, termasuk kepada Presiden Prabowo Subianto, Mabes Polri, dan Kejaksaan Agung. Ia juga menyampaikan adanya informasi mengenai dugaan intervensi. "Berdasarkan informasi lisan, ada dugaan oknum-oknum elit politik maupun aparat penegak hukum yang berupaya mengintervensi atau menghambat penyidik dalam melaksanakan penyerahan tahap II tersangka," ungkapnya.
Artikel Terkait
Nadiem Bongkar Angka Sebenarnya di Balik Polemik Laptop Rp10 Juta
Yaqut Kembali Diperiksa KPK, Kasus Korupsi Haji Tembus Triliunan
Kasus Nikel Konawe Utara Bergulir Lagi, Rumah Mantan Menteri Digeledah Kejagung
Roy Suryo Siap Balas Lapor, Konflik Hukum Panas Lagi