Medela Potentia Pacu Ekspansi Digital, Genjot Akses Kesehatan Lewat GoApotik

- Minggu, 01 Februari 2026 | 14:54 WIB
Medela Potentia Pacu Ekspansi Digital, Genjot Akses Kesehatan Lewat GoApotik

PT Medela Potentia Tbk (MDLA), emiten farmasi yang cukup dikenal, sedang menggenjot ekspansi bisnisnya. Caranya? Dengan mengandalkan platform digital. Lewat anak usahanya, PT Karsa Inti Tuju Askara (KITA), perusahaan ini berambisi memperluas jangkauan ke konsumen, sekaligus meningkatkan efisiensi di sisi pemasaran dan penjualan sepanjang tahun ini. Fokusnya ada pada platform GoApotik.

Menurut Direktur PT Medela Potentia Tbk, Wimala Widjaja, langkah digital ini bukan cuma soal bisnis semata. Ini adalah upaya serius untuk mendorong transformasi di sektor kesehatan Indonesia. Tujuannya agar ekosistem kesehatan nasional bisa lebih inklusif dan terjangkau.

“Melalui pemanfaatan teknologi, PT Medela Potentia Tbk mendorong terciptanya ekosistem kesehatan Indonesia yang lebih inklusif. Kami mendukung apotek dan pelaku usaha kesehatan, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap produk kesehatan di seluruh Indonesia,”

Demikian penjelasan Wimala dalam keterangannya, Minggu (1/2). Dia menambahkan, masalah akses terhadap produk kesehatan masih jadi kendala nyata di sejumlah daerah. Nah, platform digital inilah yang diharapkan bisa menjadi salah satu kunci untuk menjawab tantangan itu.

Ruth Retno Dewi, Direktur PT KITA, membeberkan lebih detail. GoApotik, katanya, berfokus memberikan kemudahan akses. Mulai dari vitamin, obat-obatan, suplemen, sampai obat herbal. Layanannya ditargetkan bisa menjangkau 483 kota di seluruh penjuru Indonesia.

“Melalui digitalisasi aktivitas pemasaran, kami memfasilitasi apotek untuk memperluas jangkauan distribusi dan melakukan pengiriman produk ke seluruh Indonesia,”

Ujar Ruth. Jadi, strateginya jelas: memanfaatkan teknologi untuk membuka keran distribusi yang lebih luas.

Perluasan ini sejalan dengan kinerja keuangan yang cukup solid. Hingga kuartal III 2025, MDLA membukukan pendapatan Rp 11,1 triliun. Angka itu tumbuh 2,8 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Yang menarik, laba bersihnya melonjak 16,3 persen menjadi Rp 294 miliar. Gross profit juga naik 5,6 persen ke level Rp 1,07 triliun. Peningkatan margin kotor ini didorong oleh optimalisasi portofolio produk dan kontribusi positif dari berbagai prinsipal strategis.

Lalu, bagaimana dengan performa platform digitalnya? Ternyata cukup menggembirakan. Platform digital untuk channel apotek, rumah sakit, PBF, Distributor Alat Kesehatan, dan veterinary (GPOS B2B) mencatat pertumbuhan penjualan 10 persen. Cakupan distribusinya bahkan naik hingga 22 persen. Sementara GoApotik sendiri tumbuh lebih pesat: pendapatannya melesat 31 persen, didukung kenaikan jumlah pelanggan 34 persen dan peningkatan transaksi sebesar 13 persen.

Melihat tren ini, Mandiri Sekuritas punya proyeksi optimis. Laporan mereka menyebutkan, pendapatan penuh MDLA di tahun 2025 diproyeksi sekitar Rp 14,7-14,8 triliun. Itu artinya tumbuh 1-2 persen year-on-year. Laba kotor diperkirakan di kisaran Rp 1,40-1,45 triliun, dengan pertumbuhan 2-5 persen. Untuk laba bersih, proyeksinya antara Rp 375-385 miliar, atau naik 9-12 persen.

Soal bagi hasil ke pemegang saham, komitmen MDLA cukup jelas. Perusahaan berencana mendistribusikan 40 persen dari laba tahun 2025 sebagai dividen. Untuk dividen interim, sejauh ini belum ada intensi. Dengan asumsi laba bersih sesuai proyeksi, total pembayaran dividen bisa mencapai Rp 150-154 miliar. Kalau dirinci, dividen per saham (DPS) diperkirakan sekitar Rp 10,7 sampai Rp 11,0 per lembar saham.

Tim riset Mandiri Sekuritas menegaskan keyakinannya.

“Kami mengantisipasi MDLA untuk membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 2 persen yoy dan pertumbuhan PATMI sebesar 8 persen yoy pada full year 2025. Kami memperkirakan segment pharmaceutical untuk tetap menjadi pendorong pertumbuhan pendapatan pada FY25F,”

tulis mereka dalam laporannya. Jadi, semua mata tertuju pada sektor farmasi sebagai motor penggerak utama di tahun depan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler