Taruna Akpol Selamatkan Remaja yang Hanyut di Sungai Tamiang

- Minggu, 01 Februari 2026 | 14:50 WIB
Taruna Akpol Selamatkan Remaja yang Hanyut di Sungai Tamiang

JAKARTA - Aksi heroik terjadi di tengah banjir yang melanda Aceh Tamiang. Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, seorang remaja berusia 15 tahun, Haikal, nyaris meregang nyawa setelah hanyut di Sungai Tamiang yang deras. Ia berhasil diselamatkan oleh sekelompok taruna Akademi Kepolisian dalam momen yang begitu mendebarkan.

Menurut AKBP Evon Fitrianto, Danyon Taruna TK 3 Akpol, awalnya rombongan mereka hendak melakukan trauma healing dan bakti sosial di Masjid Al-Ikhsan, Kuala Simpang. Waktu itu baru menjelang maghrib, sekitar pukul 16.45 WIB.

Namun begitu, rencana itu berubah total.

Begitu tiba di lokasi, suara teriakan panik langsung memecah konsentrasi. Warga berteriak minta tolong. Dari kejauhan, terlihat seorang anak yang kemudian diketahui bernama Haikal terombang-ambing arus sungai yang keruh. Jaraknya sudah sekitar 20 meter dari tepian.

"Dengan sigap, Taruna Akademi Kepolisian mengevakuasi korban ke daratan untuk memberi pertolongan pertama hingga si korban berhasil memuntahkan air cokelat Sungai Tamiang yang tertelan. Korban katanya kepeleset lagi main," jelas Evon, saat dihubungi Minggu (1/2/2026).

Aksi penyelamatan itu melibatkan tujuh taruna. Mereka adalah Brigadir Kepala Taruna Muhammad Fahir, Jason Moreno Nanggal Hutagalung, Davindra Nur Oktafansyah, Tribrata Putra Sambo, Muhammad Raihan Aprilianto, Dino Surya Wijaya, dan Boni Arga Sihombing.

Setelah berhasil ditarik ke darat, situasi belum sepenuhnya aman. Haikal masih dalam kondisi kritis. Para taruna lalu buru-buru mengangkutnya menggunakan mobil menuju Posko Medis Biddokes Polda Aceh.

Di perjalanan, kondisinya sempat makin parah.

"Beberapa kali Haikal hampir tidak sadarkan diri kembali, namun Taruna Akademi Kepolisian berusaha untuk menjaga saudara Haikal tetap sadar," ujar Evon.

Ia muntah-muntah dua kali di dalam mobil. Orangtuanya yang ikut dalam mobil itu jelas panik. Sambil mengangkat dan mendampingi Haikal, para taruna berusaha menenangkan kedua orang tua itu dengan mengajak mereka berbicara.

Sesampainya di posko, penanganan pertama langsung dilakukan. Baju dan sarung Haikal yang basah serta penuh lumpur segera diganti. Mereka membersihkan tubuhnya, membungkusnya dengan selimut hangat untuk mencegah hipotermia. Minuman hangat juga diberikan agar ia tetap sadar.

"Kami bantu melepaskan bajunya yang basah, diganti dengan selimut hangat mencegah hipotermia hingga menunggu ambulans datang, untuk dilarikan ke Rumah Sakit Umum Tamiang guna diberikan penanganan lebih lanjut," paparnya.

Ketika ambulans tiba, tiga taruna memutuskan untuk ikut mendampingi Haikal. Sementara empat lainnya tetap di belakang, menenangkan keluarga korban dengan pendekatan yang lebih intens. Mereka terus mendampingi hingga ke IGD rumah sakit.

Di rumah sakit, akhirnya ada titik terang.

"Sesampainya di sana, Haikal langsung ditangani tenaga medis RS Umum Tamiang. Saat Haikal sudah mulai siuman dan sudah berinteraksi, Taruna Akpol berpamitan dengan keluarga korban untuk kembali ke tempat tinggal Yonif 111/Karma Bhakti," pungkas Evon.

Sebuah sore yang awalnya ditujukan untuk bakti sosial, berubah menjadi misi penyelamatan nyawa yang berakhir dengan sukacita.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler