Nah, di sinilah masalahnya. Penggunaan di luar pengawasan medis sangatlah berisiko. Paparan N2O bisa merusak sistem saraf pusat. Kalau dipakai berulang, efeknya bisa panjang: gangguan neurologis yang serius. Sayangnya, minimnya edukasi bikin banyak orang meremehkan bahaya ini. Tren iseng coba-coba tanpa pengetahuan medis yang memadai bisa berujung fatal.
Doktif menilai, pengawasan harus diperketat. Regulasi penjualannya perlu ditegakkan kalau ingin melindungi publik. Ia juga mendorong tenaga kesehatan untuk lebih vokal menyuarakan bahaya ini. Edukasi ke masyarakat harus masif dan terus-menerus.
"Kalau dibiarkan, dampaknya bisa luas," tuturnya.
Menutup pernyataannya, Doktif berharap pemerintah dan aparat terkait segera bertindak. Keselamatan masyarakat, menurutnya, harus jadi prioritas utama.
Artikel Terkait
Juicy Luicy Manggung Dadakan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
CALMA Rilis Single Spesial Happy Birthday untuk Rayakan Ulang Tahun ke-6 BIG Records Asia
Jenazah Vidi Aldiano Dimakamkan Hari Ini di TPU Tanah Kusir
Richard Lee Ditahan Polisi Usai Mangkir Pemeriksaan Kasus Perlindungan Konsumen