Di tengah sorotan publik yang tak kunjung reda, Inara Rusli menyatakan kesiapannya. Ia siap menjalani kehidupan berbagi, hidup dalam ikatan poligami bersama Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa. Tak cuma itu, ada harapan yang ia simpan: agar ikatannya dengan Insanul kelak bisa diakui negara secara resmi.
Inara paham betul situasinya. Saat ini, status sebagai istri sah secara hukum masih melekat pada Mawa. Namun begitu, ia tak menampik keinginan pribadinya untuk juga memiliki pengakuan legal yang sama. Sebuah harapan yang ia anggap wajar.
"Saya rasa itu adalah harapan semua istri ya," ujarnya saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Jumat lalu.
"Harapan semua perempuan juga maunya seperti itu."
Tapi, Inara juga melihat realita yang ada. Menurutnya, saat ini ada hal yang jauh lebih mendesak untuk diurus ketimbang urusan administrasi pernikahan. Prioritas utama mereka berdua adalah menyelesaikan berbagai kasus hukum yang masih membelit.
"Cuman kan kita di sini harus melihat secara fakta," lanjutnya, "bahwa masih ada problem atau masalah yang harus diselesaikan satu persatu nih, terutama di ranah hukum ini."
Keputusan untuk bertahan dalam situasi rumit ini, klaim Inara, diambil setelah melalui pertimbangan matang. Bahkan, ia mengaku mendapat wejangan khusus dari seorang ulama yang dihormatinya. Inti nasihat itu adalah tentang ketaatan istri kepada suami sebagai kepala keluarga.
Artikel Terkait
Inara Rusli Ungkap Rasa Mual Dengar Pernyataan Cinta Insanul Fahmi
Pandji Pragiwaksono Berurusan dengan Hukum, Konten Mens Rea Dituduh Penistaan
Ressa Rizky Rossano Gugat Denada di PN Banyuwangi, Klaim Anak Kandung dan Tuntut Miliaran
KPK Amankan Pegawai Pajak Jakarta Utara dalam OTT Malam Jumat