Lalu bagaimana dengan isu dendam? Jordi kembali menepis. Menurutnya, yang ada justru rasa canggung, bukan amarah. "Ada yang bilang katanya rasanya dendam atau tidak memaafkan. Jadi, mungkin kalau frontalnya ngomongnya bukan dendam. Nggak ada dendam, nggak ada marah, kayak nggak ada rasanya aja gitu sebenarnya," ungkapnya.
Ia menggambarkan situasi itu seperti bertemu orang asing yang tiba-tiba mengklaim punya ikatan darah. "Jadi kayak gini deh, misalkan temen-temen gitu ya, dari kecil terus tumbuh besar bersama mamah, papah sampai mamah meninggal, papah meninggal kan kita inget banget ya siapa om tante yang ada sama kita. Waktu mamah dikuburkan, dimakamkan, siapa aja yang membacakan doa. Papah juga siapa aja, gitu. Terus tiba-tiba sekarang bertemu dengan di di usia sekarang gitu ya, 30 tahun bertemu dengan orang yang, 'Oh ini tante, ini om.' Rasanya gimana? Bingung. Kaya aneh nggak? Bener nggak sih?"
Soal kemungkinan bertemu Mak Ifah, Jordi tegas. "Belum ingin ketemu. Mamahku dulu aja dijauhin. Nanti ngamuk dia dari kubur kalau aku cari-cari lagi," celetuknya dengan nada setengah becanda, tapi serius.
Di sisi lain, kisruh ini memang berawal dari kemunculan Mak Ifah yang tiba-tiba diklaim punya hubungan keluarga dengan mendiang ibu Ruben dan Jordi. Yang bikin publik penasaran, sikap Ruben yang terlihat akrab dengan Mak Ifah justru bertolak belakang dengan pengakuan Jordi.
Perbedaan sikap dua saudara kandung ini akhirnya memicu spekulasi liar. Mulai dari isu renggangnya hubungan mereka, sampai dugaan konflik lama yang belum terselesaikan. Tapi satu hal yang jelas: cerita keluarga ini masih punya banyak sisi yang belum terungkap.
Artikel Terkait
Marcell Siahaan Rilis Menuju Cahaya, Single Religi dengan Sentuhan Istri dan Nuansa Elektronik
Selebritas Berparas Bule di Indonesia Kerap Disangka Mualaf, Padahal Muslim Sejak Lahir
Ammar Zoni Kecewa Saksi Kunci Tak Hadir di Sidang Narkoba
Ahmad Dhani Ungkap Kesulitan Ekonomi Saat Antar Anak Sambung Kuliah di AS