Di tengah hiruk-pikuk Forum Bloomberg New Economy 2026 di New Delhi, Presiden Joko Widodo menyuarakan sesuatu yang menurutnya tak bisa lagi dianggap remeh: kedaulatan atas kecerdasan buatan. Menurutnya, kita sedang menuju sebuah titik balik besar.
“Dalam 5 hingga 15 tahun ke depan, revolusi AI akan benar-benar terjadi,” tegas Jokowi, usai menghadiri forum tersebut pada Jumat (20/2) lalu.
Dia berbicara dari kediamannya di Sumber, Banjarsari. Suaranya terdengar serius. “Nanti, hampir semua aktivitas kita bakal melibatkan AI. Di mana-mana, semuanya serba kecerdasan buatan.”
Prediksinya ini bukan tanpa dasar. Dalam forum bergengsi itu, hampir semua perwakilan negara yang hadir ternyata membahas hal serupa: AI sovereignty atau kedaulatan di bidang teknologi pintar ini. Jokowi sendiri melihat ini sebagai isu krusial yang harus diantisipasi sejak sekarang.
Lalu, apa yang harus dilakukan?
“Negara-negara harus bersiap,” ujarnya. Persiapan itu, lanjut dia, harus menyeluruh. Mulai dari membangun infrastruktur digital yang kokoh, menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni, hingga merancang regulasi yang tepat. Semuanya harus berjalan beriringan.
Alasannya sederhana namun berdampak luas. Ekonomi dunia, kata Jokowi, sedang bergeser. Dulu kita mengenal ekonomi konvensional, lalu beralih ke ekonomi digital. Namun di masa depan, yang akan berkuasa adalah intelligent economy ekonomi yang digerakkan oleh kecerdasan buatan.
Di sisi lain, Jokowi juga menekankan satu hal yang tak kalah penting: kedaulatan data. Dalam era di mana data adalah minyak baru, kemampuan sebuah negara untuk menguasai dan melindungi datanya sendiri adalah sebuah keharusan. Tanpa itu, kita hanya akan jadi penonton di revolusi yang kita ciptakan bersama.
Peringatannya jelas. Waktunya tak lama lagi. Dan persiapan harus dimulai hari ini juga.
Artikel Terkait
Belanja Daring Makin Dominasi Gaya Hidup, INFOBRAND Forum 2026 Soroti Strategi Marketplace Bertahan di Tengah Persaingan Digital
Penjaga Pantai Italia Temukan 10 Jenazah Migran Akibat Kecelakaan Kapal di Perairan Malta
Bidan di Situbondo Tewas Dibanting Batu oleh Suami, Cemburu Buta Jadi Motif Pembunuhan
Pertamina Tangani Kebocoran Pipa Gas di Bekasi Kurang dari 90 Menit