murianetwork.com - Carlos Sainz kembali bangkit setelah kecelakaan tahun 2023 dan berharap dapat memanfaatkan peraturan teknis yang lebih adil antara Audi hybrid miliknya dan kendaraan 4x4 lainnya di Dakar 2024.
Di usianya yang ke-61, Carlos Sainz masih belum mau gantung sarung tangan.
Pembalap Madrilenian itu mengincar kemenangan keempat di Dakar 2024 dalam partisipasi terakhirnya di belakang kemudi Audi RS Q e-tron E2 mulai 5 Januari di AlUla (Arab Saudi). “Saya harus mempersiapkan lebih banyak daripada yang saya lakukan ketika saya masih muda,” ungkapnya.
Juara dunia reli dua kali itu harus membalas dendam.
Baca Juga: Reli Dakar 2024 : Toyota GR DKR Hilux EVO T1U Baru Siap Untuk Dakar
Pada tahun 2023, beberapa hari setelah ia menjadi pemimpin pertama balapan, ia harus meninggalkan balapan setelah mengalami jungkir balik di bagian depan dan merusak sasis pada Audi RS Q e-tron E2.
Musim dingin ini, “El Matador” ingin meningkatkan standarnya dan dapat mengandalkan regulasi teknis yang disesuaikan untuk memberikan kesempatan yang lebih adil kepada tim Audi Sport.
Artikel Terkait
PSM Makassar Rekrut Boboev, Siasat Bertahan di Tengah Badai Sanksi
Lens Geser PSG dari Puncak Klasemen Ligue 1
Napoli Geser Roma ke Posisi Tiga Usai Taklukkan Fiorentina
Barcelona Gempur Elche, Puncak Klasemen Makin Kokoh