Persib Bandung harus menghadapi situasi yang jauh dari ideal menjelang laga krusial melawan PSM Makassar pada pekan ke-33 Super League 2025/2026. Tim berjuluk Maung Bandung itu dipastikan kehilangan tiga sosok penting saat bertandang ke Stadion B.J. Habibie, Parepare, Minggu (17/5/2026), mulai dari pelatih kepala Bojan Hodak hingga dua pemain inti, Federico Barba dan Luciano Guaycochea.
Ketiadaan tiga pilar tersebut menjadi ancaman serius bagi Persib yang tengah bersaing ketat dengan Borneo FC Samarinda dalam perebutan gelar juara musim ini. Kesalahan sekecil apa pun di Parepare bisa berdampak besar terhadap peluang Pangeran Biru mempertahankan posisi puncak klasemen. Saat ini, Persib dan Borneo sama-sama mengoleksi 75 poin, namun tim asuhan Bojan Hodak masih unggul berkat rekor head to head yang lebih baik.
“Dalam pertandingan krusial tersebut, Persib dipastikan tidak akan didampingi pelatih Bojan Hodak dan kehilangan Federico Barba dan Luciano Guaycochea,” demikian pernyataan resmi klub yang dikutip Rabu (13/5/2026).
Absennya Bojan Hodak menjadi pukulan tersendiri. Pelatih asal Kroasia itu harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning setelah menerima kartu kuning keenamnya pada laga panas melawan Persija Jakarta di pekan ke-32. Ini menjadi kali ketiga Hodak tidak bisa mendampingi Persib musim ini karena masalah disiplin. Sebelumnya, ia juga sempat absen ketika Persib menghadapi Malut United dan Madura United. Kehilangan sosok pelatih di pertandingan sepenting ini tentu dapat memengaruhi ritme dan pengambilan keputusan tim di lapangan, terlebih PSM Makassar dikenal cukup kuat saat bermain di kandang sendiri.
Di sisi lain, Persib juga tampil tanpa Federico Barba dan Luciano Guaycochea. Kedua pemain tersebut harus menepi setelah menerima akumulasi kartu kuning dalam duel klasik melawan Persija Jakarta. Bagi Barba, ini menjadi kali pertama dirinya terkena hukuman akumulasi kartu sepanjang musim, sementara Guaycochea sebelumnya juga sempat absen akibat kartu merah. Absennya dua pemain inti ini jelas menjadi kerugian besar. Barba selama ini menjadi pilar utama di lini pertahanan, sedangkan Guaycochea memiliki peran penting dalam membangun kreativitas serangan Maung Bandung. Situasi tersebut bisa dimanfaatkan PSM Makassar untuk menekan sejak awal pertandingan, apalagi Juku Eja juga sedang berupaya menutup musim dengan hasil maksimal di hadapan publik Parepare.
Laga melawan PSM Makassar menjadi salah satu pertandingan penentu bagi Persib dalam perburuan trofi Super League musim ini. Jika gagal meraih poin penuh, sementara Borneo FC Samarinda berhasil menang di pekan ke-33, posisi Persib di puncak klasemen berpotensi tergeser. Tekanan itu membuat duel di Stadion B.J. Habibie diprediksi berlangsung sengit dan penuh tensi tinggi.
Meski dalam kondisi pincang, Persib tetap memiliki modal penting. Kedalaman skuad Maung Bandung dinilai masih cukup mumpuni untuk menutup kekosongan yang ditinggalkan Barba dan Guaycochea. Selain itu, Persib tengah berada dalam tren positif setelah mencatatkan tiga kemenangan beruntun. Catatan pertemuan pun sedikit memihak Pangeran Biru. Pada putaran pertama lalu, Persib berhasil mengalahkan PSM Makassar dengan skor tipis 1-0.
Namun, bermain di Parepare bukan perkara mudah. Dukungan suporter tuan rumah dan motivasi tinggi PSM Makassar bisa menjadi ancaman serius bagi ambisi Persib menjaga asa juara.
Artikel Terkait
Volume Kendaraan di GT Cikampek Utama Melonjak 42,9 Persen saat Libur Kenaikan Yesus Kristus
Warga Gerbek Pedagang Rujak di Jakbar yang Diduga Lecehkan Siswi SD
Trump-Xi Bertemu di Beijing, Sepakat Jaga Stabilitas Selat Hormuz
DBS Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Turun Jadi 5,1 Persen karena Tekanan Global