Pedagang Tempe di Pacitan Disiram Cairan Kimia oleh Dua Orang Tak Dikenal, Polisi Selidiki Motif

- Kamis, 14 Mei 2026 | 19:45 WIB
Pedagang Tempe di Pacitan Disiram Cairan Kimia oleh Dua Orang Tak Dikenal, Polisi Selidiki Motif

Seorang pedagang tempe bernama Eko Susanto menjadi korban penyiraman cairan oleh dua orang tidak dikenal saat hendak mengambil dagangan di Pasar Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, pada Rabu pagi, 13 Mei 2026. Peristiwa itu terjadi di jalan area persawahan Desa Wiyoro, Kecamatan Ngadirojo, ketika korban melintas seorang diri.

Pamenwas Polres Pacitan Kompol Prabowo mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan warga dan saat ini masih melakukan penyelidikan. “Kami telah menerima laporan warga. Saat ini masih dalam penanganan,” katanya pada Kamis, 14 Mei 2026.

Polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik aksi penyiraman tersebut. Hingga saat ini, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

Eko Susanto merupakan warga Dusun Plugon, Desa Pagerrejo, Kecamatan Ngadirojo. Akibat kejadian itu, ia mengalami luka pada bagian mata, telinga, dan dada. Anak korban, Sela Dewi Agustina, menuturkan bahwa ayahnya dihentikan oleh dua orang tak dikenal saat melintas di jalan pinggir sawah wilayah Desa Wiyoro.

“Pelaku mengaku ada titipan. Setelah bapak berhenti, dua orang yang memakai jas hujan dan helm langsung menyiramkan cairan dari dalam botol,” ujarnya.

Usai diserang, korban segera mendatangi Polsek Ngadirojo untuk meminta pertolongan. Ia kemudian dilarikan ke Puskesmas Ngadirojo sebelum dirujuk ke RSUD dr. Darsono Pacitan guna menjalani perawatan medis lebih lanjut.

Direktur RSUD dr. Darsono Pacitan, dr. Johan Tri Putranto, menyatakan bahwa kondisi korban secara umum stabil. Namun, korban membutuhkan penanganan dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi. “Secara garis besar stabil. Tetapi pasien perlu dirujuk ke rumah sakit lain yang memiliki dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi,” katanya.

Johan menjelaskan bahwa korban mengalami luka bakar akibat siraman cairan yang diduga mengandung bahan kimia. Luka ditemukan pada bagian wajah, kelopak mata, dagu, dan dada, dengan dominasi di sisi kiri tubuh. “Jejas atau luka akibat siraman terdapat di bagian wajah, kelopak mata, dagu, dan dada,” tuturnya.

Luas luka bakar yang dialami korban diperkirakan sekitar sepuluh persen. Namun, karena diduga disebabkan oleh cairan kimia, pasien membutuhkan penanganan medis lanjutan secara khusus. RSUD dr. Darsono Pacitan belum memiliki dokter spesialis bedah plastik, sehingga korban direncanakan dirujuk ke rumah sakit di Solo, Yogyakarta, atau RSUD dr. Soedono Madiun.

Pihak rumah sakit juga belum dapat memastikan jenis cairan yang digunakan pelaku karena masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari kepolisian. “Untuk memastikan jenis cairan kimia, nanti ada pemeriksaan lanjutan oleh pihak kepolisian,” ujar Johan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar