Latin: Allâhummaftah lî abwâba fadhlika wa anzil ‘alayya fîhi barakâtika wa waffiqnî fîhi limûjibâti mardhâtika wa askinnî fîhi buhbûhâti jannâtika yâ mujîba da’watil mudhtharrîn.
Artinya: "Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu karunia-Mu di hari ini. Turunkanlah keberkahan-Mu. Berilah aku taufik untuk melakukan hal-hal yang mendatangkan keridhaan-Mu. Tempatkanlah aku di surga-Mu yang luas. Wahai Dzat yang mengabulkan doa orang-orang yang dalam kesulitan."
Doa ini terdengar begitu menyentuh, bukan? Memohon karunia, berkah, dan akhirnya surga. Intinya, kita meminta tempat terbaik di sisi-Nya.
Mengapa Harus Banyak Berdoa?
Alasannya sederhana: Ramadhan adalah bulan doa. Momentumnya sangat tepat. Di sisi lain, ada janji Nabi tentang doa orang yang berpuasa. Dalam sebuah hadits disebutkan ada tiga golongan yang doanya tidak ditolak.
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ تُحْمَلُ عَلَى الْغَمَامِ، وَتُفْتَحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاوَاتِ، وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ: وَعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ
Siapa saja? Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka, dan doa orang yang dizalimi. Doa mereka, kata Nabi, dibawa ke atas awan, pintu langit dibuka lebar. Allah pun berfirman: "Demi kemuliaan-Ku, Aku pasti menolongmu, meski nanti."
Bayangkan, kita yang sedang puasa termasuk di dalam golongan itu. Setiap hari, dari imsak hingga maghrib. Sungguh sebuah keistimewaan yang tak boleh kita lewatkan begitu saja.
Semoga doa di hari ke-22 ini bisa kita amalkan. Dan semoga Ramadhan tahun ini membawa berkah yang melimpah untuk kita semua.
Artikel Terkait
Java Jazz Festival 2026 Pindah ke NICE PIK 2, Penyelenggara Siapkan Transportasi Khusus
Kemenkes Prediksi Kasus Kanker di Indonesia Melonjak 70% pada 2050
Grand Final KDI 2025 Digelar Malam Ini, Tiga Finalis Berebut Mahkota
Umat Muslim Perbanyak Ibadah Sambut Lailatul Qadar di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan