Trump Klaim Iran di Ambang Kekalahan, Perintahkan Intensifikasi Serangan

- Kamis, 12 Maret 2026 | 07:45 WIB
Trump Klaim Iran di Ambang Kekalahan, Perintahkan Intensifikasi Serangan

Di hadapan para wartawan di Washington, Presiden AS Donald Trump menyampaikan pesan keras untuk Iran. Menurutnya, negara itu kini berada di ambang kekalahan. Bahkan, dia memerintahkan pasukannya untuk meningkatkan intensitas serangan.

"Mereka hampir berada di ujung jalan," ujar Trump, dengan nada yang tegas.

Dilaporkan oleh AFP pada Kamis (12/3/2026), Trump mengklaim bahwa serangan AS telah sedemikian menghancurkan, sampai-sampai Iran akan "hampir mustahil" untuk membangun kembali negaranya. Dia menggambarkan situasi Iran saat ini sudah benar-benar di ujung tanduk.

Namun begitu, Trump juga menyisipkan catatan. Dia menyebut kemampuan pasukannya untuk menargetkan seluruh tempat di Iran, termasuk bagian-bagian di Teheran. Tapi serangan semacam itu, katanya, justru akan membuat Iran sulit bangkit. "Kita dapat menyerang beberapa bagian Teheran dan tempat-tempat lain yang jika kita lakukan, akan hampir mustahil bagi mereka untuk membangun kembali negara mereka, dan kita tidak menginginkan itu," imbuhnya. Pernyataan ini terdengar seperti peringatan, sekaligus justifikasi.

Di sisi lain, ketegangan ini juga berakar dari kepemimpinan baru di Iran. Sehari sebelumnya, dalam wawancara dengan Fox News yang dilansir Anadolu Agency, Trump sudah menyuarakan keraguannya. Dia meragukan kemampuan pemimpin baru Iran, Motjoba Khamenei, untuk hidup berdampingan secara damai dengan Amerika Serikat.

"Saya tidak yakin dia bisa hidup dalam damai," ucap Trump, Rabu (11/3).

Rupanya, keputusan Teheran mengangkat Mojtaba sebagai pemimpin baru menjadi sumber ketidakpuasan Trump. Dia kembali menegaskan hal itu, menambah daftar panjang gesekan antara kedua negara. Suasana memang makin memanas, dan pernyataan-pernyataan dari Washington ini seolah mengonfirmasi bahwa jalan damai masih sangat panjang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar