JAKARTA – Kanker. Namanya saja sudah cukup untuk membuat hati was-was. Tak heran, penyakit ini jadi salah satu yang paling ditakuti. Proses pengobatannya panjang, dan bayangan risiko kematian selalu mengintai, menciptakan kecemasan yang mendalam bagi banyak orang.
Nah, situasinya mungkin bakal makin serius. Kementerian Kesehatan memprediksi, jumlah kasus kanker di Indonesia bakal naik drastis dalam beberapa dekade mendatang. Data terbaru menunjukkan, ada sekitar 400 ribu kasus baru setiap tahunnya. Yang mengkhawatirkan, dari angka itu, kematian mencapai kurang lebih 240 ribu kasus.
Bahkan, pada 2050 nanti, lonjakan kasus diperkirakan bisa sampai 70 persen. Fakta ini jelas membuat kita semua harus makin waspada.
Tapi, selain soal kematian, ada satu kekhawatiran lain yang kerap menghantui para penyintas: kemungkinan kanker datang lagi. Sudah dinyatakan sembuh, habis-habisan berjuang, lalu kenapa penyakit ini bisa muncul kembali?
Menurut Cancer Research UK, jawabannya seringkali terletak pada pengobatan awal. Terapi yang dijalani, sekeras apapun, tak selalu bisa membasmi seluruh sel kanker sampai ke akar-akarnya. Sel-sel yang tersisa, meski sedikit, diam-diam bersembunyi. Mereka punya potensi untuk bangkit dan berkembang di kemudian hari.
Sel-sel sisa ini bisa bermigrasi ke bagian tubuh lain. Lalu, dalam kondisi yang tepat, mereka mulai tumbuh lagi, membentuk tumor baru yang akhirnya jadi kanker.
Pasca operasi pun, risiko ini tetap ada. Bisa jadi, ada sel kanker yang ukurannya sangat mikroskopis sehingga luput dari pandangan ahli bedah. Atau, ada sel yang sudah terlepas dari tumor utama sebelum pengangkatan.
Hal serupa berlaku untuk radioterapi. Jika terapi radiasi tidak sepenuhnya menghancurkan semua sel target, sel yang bertahan hidup itu bisa pulih, berkembang biak, dan memicu kanker baru.
Makanya, bagi siapa pun yang telah menyelesaikan pengobatan, perjalanan belum benar-benar usai. Pemeriksaan rutin dan menjaga pola hidup sehat adalah kunci. Dengan begitu, jika ada tanda-tanda kekambuhan, bisa segera terdeteksi sejak dini. Kewaspadaan adalah tameng terbaik yang kita miliki.
Artikel Terkait
Pemerintah Tetapkan Lima Wilayah Akomodasi Jemaah Haji di Makkah, Sektor Aziziyah Tampung 21.500 Orang
Dokter: Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Kelelahan Biasa
Studi Ungkap Kebiasaan Nonton Video Pendek Bisa Turunkan Kontrol Diri dan Fokus Otak
Menjelang Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Rumah Ahmad Dhani di Pondok Indah Sepi, Sang Musisi Istirahat Jaga Kondisi