Umat Muslim Perbanyak Ibadah Sambut Lailatul Qadar di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan

- Kamis, 12 Maret 2026 | 01:40 WIB
Umat Muslim Perbanyak Ibadah Sambut Lailatul Qadar di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan

Jakarta - Di sepuluh malam terakhir Ramadhan, udara terasa berbeda. Umat Islam bersiap menyambut sebuah malam yang disebut-sebut lebih baik dari seribu bulan: Lailatul Qadar. Malam kemuliaan itu, menurut keyakinan, adalah saat doa-doa mustajab dan ampunan Allah bertebaran. Tak heran, banyak yang berusaha menghidupkannya dengan doa dan ibadah.

Firman Allah dalam Surat Al Qadar jelas menggambarkan keistimewaannya. "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan," begitu bunyi ayat 1 hingga 3. Malam itu, konon, para malaikat turun ke bumi membawa kedamaian dan memohonkan ampunan bagi hamba-hamba-Nya yang tekun beribadah.

Lalu, apa sebenarnya makna "Qadar" itu? Mufasir ternama Indonesia, Quraish Shihab, punya penjelasan menarik. Dalam bukunya "Membumikan Alquran", ia menyebut kata itu punya setidaknya tiga arti, salah satunya adalah penetapan. Lailatul Qadar bisa dipahami sebagai malam saat Allah menetapkan jalan hidup manusia untuk setahun ke depan.

Lebih jauh, turunnya Alquran di malam itu diartikan sebagai momentum pengaturan strategi ilahiah. "Malam tersebut adalah malam mulia yang tiada bandingnya," kata Quraish Shihab.

"Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Alquran serta karena ia menjadi titik tolak dari segala kemuliaan yang dapat diraih."

Nah, untuk menyambutnya, ada beberapa doa yang bisa diamalkan. Doa-doa ini sederhana, namun sarat makna.

Pertama, doa memohon ampunan. Ini adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada istrinya, Aisyah RA. Suatu ketika Aisyah bertanya, "Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai malam kemuliaan, apakah yang harus aku ucapkan?"

Rasulullah pun menjawab, "Ucapkanlah: Allahumma Innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf suka memberi maaf, maka maafkanlah daku)."

Kedua, doa agar puasa dan ibadah kita diterima. Bunyinya: "Rabbana taqabbal minna shiyamana wa qiyamana wa ruku'ana wa sujudana wa tilawatana innaka antas sami'ul 'alim." Intinya, kita memohon agar segala bentuk ibadah kita selama Ramadhan puasa, shalat, tilawah diridhai.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar