Jakarta – Ambisi VinFast di pasar roda dua ternyata tak main-main. Tak cuma fokus pada mobil listrik, pabrikan asal Vietnam ini serius menggarap sepeda motor listrik di Indonesia. Dan langkah mereka terbilang agresif.
Baru-baru ini, mereka mengikat kerja sama dengan enam dealer motor listrik ternama di tanah air. Ini jelas sebuah langkah strategis untuk memperluas jaringan di pasar yang sangat besar ini. Menurut sejumlah saksi, penandatanganan MoU itu menandai babak baru bagi VinFast.
Enam mitra yang digandeng adalah PT IB Motor, PT Sentrik, PT Axara Marani, PT Sukses Sejati Indonesia, PT Tangguh Inti Motor, dan PT Kiki Motor Persada. Mereka dipilih karena pengalaman dan jaringan distribusinya yang kuat di berbagai daerah. Rencananya, motor listrik VinFast bakal diluncurkan sekitar kuartal kedua 2026.
Managing Director VinFast E-Scooters Overseas Market, Võ Thị Cẩm Tú, menegaskan komitmen perusahaan.
"Kami tidak hanya menghadirkan produk berkualitas tinggi, tetapi juga membangun ekosistem yang menyeluruh. Mulai dari penjualan, layanan purnajual, hingga infrastruktur pengisian dan penukaran baterai. Langkah ini menjadi fondasi bagi pertumbuhan yang berkelanjutan bersama para mitra lokal."
Jadi, targetnya jelas: membangun ekosistem hijau yang komprehensif. Bukan sekadar jualan unit.
Showroom-showroom baru ini akan berdiri di lokasi-lokasi strategis. Wilayah seperti Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali jadi prioritas utama. Alasannya sederhana: populasi padat, urbanisasi cepat, dan kebutuhan mobilitas yang tinggi. Potensi adopsi kendaraan listrik di sana dinilai sangat besar.
Showroom tersebut akan mengikuti standar global VinFast. Di tahap awal, beberapa model akan dipasarkan. Beberapa nama yang disebut adalah Flazz, Evo, Feliz II, dan Viper. Yang menarik, model-model ini mengusung teknologi battery swapping atau penukaran baterai.
Di sisi lain, VinFast tak menunggu produknya meluncur untuk membangun infrastruktur pendukung. Mereka sudah bergerak lebih dulu. Misalnya, dengan menggandeng V-Green, perusahaan infrastruktur pengisian global, untuk menyiapkan stasiun penukaran baterai.
Uji coba jaringan stasiun ini bahkan sudah berjalan di wilayah Jabodetabek. Jadi, ketika motor listriknya resmi dijual nanti, konsumen bisa langsung merasakan kemudahannya. Pendekatan terintegrasi semacam ini bisa jadi game changer di pasar.
Indonesia, dengan penjualan motor konvensional yang mencapai jutaan unit per tahun, adalah pasar raksasa yang sedang bertransisi. VinFast, dengan segala persiapannya, berusaha mengambil peran di fase awal transisi ini. Mereka tak hanya menjual kendaraan, tapi juga berusaha menawarkan pengalaman baru yang lebih praktis.
Ke depan, mereka berjanji akan menghadirkan model-model baru yang lebih disesuaikan dengan selera dan kondisi jalan di Indonesia. Perjalanan mereka baru dimulai, dan patut ditunggu langkah selanjutnya.
(UDA)
Artikel Terkait
Wali Kota Pekanbaru Raih Penghargaan Kemendagri Berkat Keberhasilan Tekan Kemiskinan dan Stunting
Kebutuhan Tidur Anak Berdasarkan Usia: Ini Durasi Ideal dan Manfaatnya bagi Tumbuh Kembang
Pemda DIY: Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha
Kebakaran Gudang PT. Lucky di Tangerang Hanguskan Isi Makanan Kucing dan Perabot, Kerugian Capai Rp 10 Miliar