Dari Phnom Penh, Chen Zhi akhirnya dipulangkan ke China. Ini terjadi Rabu lalu, tanggal 7 Januari, setelah pemerintah China mengonfirmasi proses ekstradisinya dari Kamboja. Pria yang dikenal sebagai pendiri Prince Group itu dituduh sebagai otak di balik jaringan penipuan skala besar. Proses pemulangannya sendiri tak lepas dari dukungan penuh otoritas setempat.
Kementerian Keamanan Publik China, dalam pernyataannya, menyebut momen ini sebagai pencapaian penting. Kerja sama penegakan hukum antara kedua negara, kata mereka, membuahkan hasil nyata. Chen Zhi langsung dikawal dari Kamboja ke tanah airnya.
“Aparat telah mengambil tindakan hukum wajib terhadap Chen Zhi sesuai dengan peraturan,” begitu bunyi laporan CCTV yang dirilis Reuters. Otoritas menegaskan bahwa Chen adalah warga negara China. Untuk sekarang, kasusnya masih terus diselidiki lebih lanjut.
Di sisi lain, Beijing punya rencana lain. Kepada AFP, mereka mengisyaratkan akan merilis daftar buronan yang dianggap sebagai anggota inti geng Chen Zhi. Pemerintah juga mengimbau para buronan lainnya untuk segera menyerahkan diri jangan sampai dicari.
Menariknya, di hari yang sama, nasib bisnis Chen di Kamboja langsung berubah. Bank Nasional Kamboja mengambil alih dan melikuidasi Prince Bank, bank yang ia miliki. Operasional baru dilarang, meski nasabah masih diperbolehkan menarik dananya.
Soal skala kejahatannya, otoritas AS sudah lama menyoroti. Mereka menggambarkan Prince Group tak lebih dari kedok untuk jaringan kriminal transnasional yang sangat besar. Oktober tahun lalu, Chen sudah disanksi oleh AS dan Inggris. Tuduhannya berat: terlibat penipuan siber yang merugikan miliaran dolar. Ancaman hukumannya? Bisa mencapai 40 tahun penjara. Asetnya yang disita pun fantastis: lebih dari 127 ribu bitcoin, senilai sekitar 11 miliar dolar AS.
Kasus Chen Zhi ini bukan insiden biasa. Ia adalah bagian dari gebrakan Beijing yang semakin getol menindak kejahatan lintas negara. Fokus mereka salah satunya adalah jaringan penipuan daring yang banyak beroperasi di kawasan Asia Tenggara, dengan korban justru seringkali berasal dari China sendiri.
Hingga saat ini, dakwaan pidana spesifik apa yang akan dibebankan kepada Chen masih belum dirinci oleh otoritas China. Namun begitu, satu hal yang pasti: penyelidikan masih terus berjalan, dan kemungkinan akan berkembang lagi.
Artikel Terkait
Timnas Putri Indonesia Umumkan 25 Pemain untuk Garuda Champion Series 2026, Diperkuat Diaspora
Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard, Menteri Fadli Zon Ungkap Kedekatan Keduanya Sejak Taruna
Adhisty Zara Resmi Menikah dengan Musisi Tsaqib, Umumkan Kehamilan Anak Pertama
PSG Juara Liga Champions 2026, Momen Kiper Safonov Baca ‘Contekan’ Penalti Arsenal Viral