Malam Nuzulul Quran: Mengenang Turunnya Wahyu Pertama dan Hikmah bagi Umat

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 04:50 WIB
Malam Nuzulul Quran: Mengenang Turunnya Wahyu Pertama dan Hikmah bagi Umat

JAKARTA – Bagi umat Islam, malam Nuzulul Quran punya arti yang sangat dalam. Bukan cuma sekadar peringatan, tapi momen ini sarat dengan keutamaan dan pelajaran berharga yang bisa kita petik.

Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 17 Ramadhan, atau tepatnya tahun ke-41 sejak kelahiran Nabi Muhammad SAW. Saat itu, di Gua Hira, Rasulullah menerima lima ayat pertama dari Surat Al-'Alaq. Wahyu itu turun ketika beliau sedang menjalani tahannus, menyendiri untuk merenung.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al Baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ.

Artinya kurang lebih: Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelas dari petunjuk itu, dan pembeda antara yang hak dan batil.

Menurut Ibnu Katsir, pujian Allah terhadap bulan Ramadhan ini tak lain karena Dia memilihnya dari sekian banyak bulan sebagai waktu diturunkannya kitab yang agung. Nah, soal turunnya ini, para ahli tafsir punya penjelasan menarik. Mereka bilang Al-Qur'an diturunkan dalam dua tahap. Pertama, sekaligus ke Baitul 'Izzah di langit dunia. Baru setelah itu, malaikat Jibril menyampaikannya kepada Nabi SAW di bumi, sedikit demi sedikit, sepanjang kurang lebih 20 tahun.

Proses bertahap inilah yang kemudian membagi surat-surat dalam Al-Qur'an menjadi dua: Makkiyah dan Madaniyah. Surat Makkiyah turun selama sekitar 9 tahun, sementara Madaniyah sekitar 10 tahun. Melalui proses panjang ini, agama Islam pun makin teguh berdiri.

Lebih Dari Sekadar Peringatan: Ini Hikmahnya

Lalu, apa saja sih hikmah di balik peristiwa Nuzulul Quran? Ada beberapa poin yang patut kita renungkan.

Pertama, untuk meneguhkan hati Nabi Muhammad SAW. Coba bayangkan, beban dakwah yang begitu berat. Dengan turunnya wahyu secara berangsur, hati beliau jadi lebih kuat dan mantap. Ini sekaligus jadi pelajaran buat kita semua tentang kesabaran.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar