JAKARTA - Kalender Hijriah punya ritmenya sendiri. Di antara dua belas bulannya, ada empat yang diistimewakan. Dzulqa'dah, bulan kesebelas, adalah salah satunya. Bulan ini bukan sekadar penanda waktu, tapi menyimpan catatan sejarah yang dalam bagi umat Islam.
Allah SWT sendiri yang menegaskan kemuliaannya dalam Al-Qur'an, Surah At-Taubah ayat 36. Intinya, dari dua belas bulan itu, empat di antaranya adalah bulan haram. Dzulqa'dah termasuk di dalamnya. Pada bulan-bulan ini, kita dilarang menzalimi diri sendiri.
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
Artinya kurang lebih: jumlah bulan di sisi Allah itu dua belas, sejak penciptaan langit dan bumi. Empat di antaranya mulia. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu sendiri pada bulan-bulan tersebut.
Lalu, apa saja sih peristiwa besar yang membuat Dzulqa'dah begitu spesial? Mari kita telusuri beberapa di antaranya.
1. Diplomasi di Hudaibiyah
Bayangkan tahun keenam Hijriah. Rasulullah dan sekitar 1.400 sahabat berniat umrah ke Makkah. Tapi di Hudaibiyah, mereka dihadang. Hasilnya? Sebuah perjanjian yang awalnya terasa pahit bagi sebagian sahabat. Kaum Quraisy melarang mereka masuk tahun itu, tapi sepakat gencatan senjata selama sepuluh tahun. Meski ada yang kecewa, Nabi Muhammad SAW melihat ini sebagai kemenangan diplomatik. Dan sejarah membuktikan, perjanjian inilah pintu pembuka bagi Fathu Makkah.
2. Seluruh Umrah Nabi di Bulan Ini
Menariknya, semua ibadah umrah Rasulullah SAW selain yang menyertai haji justru dilaksanakan di Dzulqa'dah. Hadits riwayat Bukhari dari Anas bin Malik mencatat dengan jelas: ada empat kali umrah, dan semuanya jatuh pada bulan ini. Mulai dari Umrah Hudaibiyah, umrah tahun berikutnya, umrah dari Ji'ranah usai Perang Hunain, hingga umrah yang menyertai haji beliau.
3. Momen Perpisahan yang Mengharukan
Ini mungkin peristiwa yang paling bikin sedih. Di Dzulqa'dah tahun ke-10 Hijriah, Rasulullah memulai perjalanan menuju Makkah untuk haji. Bukan haji biasa, tapi Haji Wada', haji perpisahan. Beliau wafat tak lama setelahnya. Jadi, bulan ini menyimpan kenangan tentang ibadah haji terakhir Nabi, sekaligus pesan-pesan terakhirnya kepada umat di Arafah.
4. & 5. Duka Wafatnya Pelindung
Dzulqa'dah juga bulan duka. Tiga tahun setelah Rasulullah wafat, tepatnya tanggal 22 Dzulqa'dah, Abu Bakar Ash-Shiddiq menghembuskan napas terakhir. Sahabat karib, orang pertama yang beriman dari kalangan dewasa, dan pendamping setia dalam hijrah.
Jauh sebelumnya, di masa awal dakwah Makkah, Nabi juga kehilangan pelindung utamanya: Abu Thalib, sang paman. Wafatnya Abu Thalib di bulan ini menjadi pukulan berat, karena setelahnya tekanan pada kaum Muslimin di Makkah kian menjadi-jadi.
6. Penyerahan Bani Quraizhah
Suasana perang. Usai Perang Khandaq, kaum Yahudi Bani Quraizhah yang mengkhianati perjanjian harus berhadapan dengan konsekuensinya. Menurut catatan Sirah Nabawiyah, di Dzulqa'dah tahun kelima Hijriah, Rasulullah dan pasukan Muslim mengepung benteng mereka. Pengepungan yang ketat ini berlangsung hampir sebulan, berakhir dengan penyerahan total Bani Quraizhah dan mereka menerima keputusan hukum yang dijatuhkan.
7. Dialog Langsung di Bukit Sinai
Peristiwa ini melampaui batas waktu. Menurut banyak ulama tafsir, termasuk Ibnu Katsir, Dzulqa'dah adalah bulan ketika Nabi Musa AS ‘berjumpa’ dengan Allah SWT. Saat itulah, di bukit Thursina, Musa menerima wahyu Kitab Taurat dan memohon untuk melihat Allah. Surah Al-A'raf ayat 143 menggambarkan dahsyatnya momen itu: gunung hancur lebur hanya karena kemuliaan-Nya tampak, dan Musa pun jatuh pingsan. Sebuah pengalaman spiritual puncak yang abadi.
Jadi, Dzulqa'dah itu ibarat lembaran sejarah yang padat. Ada diplomasi, ibadah, duka, kemenangan, dan percakapan ilahi. Semuanya tertuang dalam satu bulan yang dijamin kemuliaannya. Dengan mengenangnya, kita bukan sekadar mengingat tanggal, tapi mengambil pelajaran dan hikmah yang masih relevan hingga hari ini.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Artikel Terkait
Air Kelapa Disebut Bantu Jaga Kelembapan dan Cegah Penuaan Dini pada Kulit
The Strokes Tampilkan Tokoh Korban Intervensi Asing di Panggung Coachella
Menaker Dorong Pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Undangan Nikah El Rumi-Syifa Hadju Bocor, Tercantum Tanggal 26 April 2026