Infrastruktur jalan di Kabupaten Barru kembali jadi perhatian. Kali ini, longsor menerjang bahu jalan di jalur menuju Kecamatan Pujananting, tepatnya di Desa Mattirowalie. Kejadian pada Jumat lalu itu cukup parah hampir separuh badan jalan rusak.
Yang bikin was-was, titik longsornya ada di area tikungan dan berbatasan langsung dengan jurang. Risikonya jelas besar buat siapa saja yang melintas, baik naik motor maupun mobil. Warga setempat pun diliputi kecemasan.
Nuraeni, seorang warga berusia 40 tahun, mengeluh. Menurutnya, sampai sekarang belum ada tindakan nyata dari pihak berwenang. Padahal, masalah ini bukan hal baru.
"Jalan ini sudah lama rusak, hampir setahun belum diperbaiki. Setiap tahun pasti ada longsor karena pengaruh saluran air," ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Memang, kata Nuraeni, longsor semacam ini kerap berulang saat musim hujan tiba. Saluran air yang tergerus jadi pemicu utamanya. Tapi bukan cuma itu. Lalu lintas kendaraan berat yang padat ikut memperburuk keadaan.
Truk-truk pengangkut pasir, batu, dan alat berat terus hilir mudik. Beban yang ditanggung jalan yang sudah rapuh itu kian berat.
"Coba kita lihat sendiri, ini sudah mau longsor semua. Apalagi sering ada mobil besar lewat bawa alat berat. Truk muat pasir dan batu juga sering lewat, saya khawatir jalan ini amblas," tambahnya.
Artikel Terkait
Harga Emas Pegadaian Naik, Galeri 24 dan UBS Tembus Rp2,8 Jutaan per Gram
Veda Ega Pratama Lolos Langsung ke Q2 Moto3 GP Amerika
Vinicius dan Camavinga Santai Berbincang Usai Prancis Kalahkan Brasil
Macet Parah Landa Tanjung Bunga Imbas Pensi Smansa 2026 yang Dihadiri Ribuan Penonton