Israel Tewaskan Komandan Baru Sayap Militer Hamas dalam Serangan di Gaza

- Rabu, 27 Mei 2026 | 21:50 WIB
Israel Tewaskan Komandan Baru Sayap Militer Hamas dalam Serangan di Gaza

Militer Israel kembali menggelar operasi penyerangan di Jalur Gaza dengan menyasar sasaran baru, yakni Mohammed Awda, komandan sayap bersenjata Hamas yang baru diangkat. Dalam serangan yang berlangsung pada Selasa (26/5/2026) itu, Israel mengklaim misinya berhasil dan Awda tewas di lokasi kejadian.

Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi terbaru yang dilakukan Israel hanya beberapa hari setelah pendahulu Awda, Ezzedine Al-Haddad, tewas dalam serangan serupa pada awal Mei. Operasi tersebut berlangsung di bawah arahan langsung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis oleh Netanyahu dan Katz, disebutkan bahwa serangan itu menargetkan Mohammed Odeh nama lain dari Awda yang dinilai sebagai komandan baru sayap militer Hamas. Ia juga disebut sebagai salah satu arsitek peristiwa 7 Oktober yang oleh Israel disebut sebagai pembantaian.

“Di bawah arahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz, IDF baru saja melakukan serangan di Gaza yang menargetkan Mohammed Odeh, komandan baru sayap militer organisasi teroris Hamas,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Odeh atau Awda diketahui baru diangkat sebagai kepala Brigade Ezzedine Al-Qassam menggantikan Al-Haddad. Sebelumnya, ia menjabat sebagai kepala intelijen Hamas dan disebut bertanggung jawab atas sejumlah aksi yang menewaskan dan melukai warga sipil Israel serta tentara IDF.

Sementara itu, badan pertahanan sipil Gaza yang berada di bawah kendali Hamas melaporkan bahwa seorang perempuan tewas dalam serangan udara Israel di lingkungan Rimal, kawasan barat Kota Gaza. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Hamas terkait klaim kematian Awda.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar