Duka dari Auditorium UMJ: Haedar Nashir Berduka atas Gugurnya Pasukan Perdamaian
Suasana di Auditorium K.H. Ahmad Azhar Basyir, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Selasa (31/3) lalu, mendadak hening. Di tengah acara Silaturahmi Idulfitri, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan kabar duka yang menusuk. Tiga prajurit TNI, bagian dari pasukan perdamaian di Lebanon, gugur. Mereka jadi korban serangan Israel.
“Kami menyampaikan duka yang mendalam,” ucap Haedar, suaranya berat.
“Kami mengutuk segala bentuk kekerasan dan penindasan,” tegasnya lagi.
Rupanya, di antara prajurit yang gugur itu ada seorang kader Muhammadiyah. Dia adalah Praka Farizal Rhomadhon, pemuda asal Kulon Progo, Yogyakarta. Kabar ini tentu saja menambah dalam kepedihan yang dirasakan.
Bagi Haedar, peristiwa memilukan ini bukanlah hal yang berdiri sendiri. Ia melihatnya sebagai bagian dari gambaran dunia yang lebih suram. Di satu sisi, peradaban modern dinilainya gagal. Di sisi lain, situasi global justru bergerak ke arah bencana. Lihat saja, kekerasan dimana-mana, genosida, sampai hukum internasional yang tak berdaya. Semua itu, menurutnya, jadi bukti nyata.
Artikel Terkait
Tim Hukum Klaim Identifikasi 16 Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus
Indodax Raih Dua Penghargaan Platform Kripto Terpercaya 2026
PBB Kecam RUU Hukuman Mati Israel, Sebut Kejam dan Diskriminatif
Gejolak Iran Ancam Rantai Pasok Industri, Harga BBM Dijamin Tak Naik