JAKARTA – Panggung Coachella 2026 baru saja dihebohkan oleh aksi The Strokes. Bukan cuma soal musik, penampilan band asal Amerika Serikat itu langsung viral ke seluruh dunia karena menyelipkan pesan politik yang cukup berani.
Di tengah lagu "Oblivius" yang mereka mainkan, layar di belakang panggung menampilkan sederet wajah tokoh dunia. Julian Casablancas, vokalis mereka, terus bernyanyi sementara montase itu bergulir. Tampak wajah Patrice Lumumba, Jacobo Árbenz, dan Salvador Allende. Mereka adalah figur-figur yang jatuh kematian atau penggulingannya dalam narasi yang sering dikaitkan dengan campur tangan asing, termasuk oleh badan intelijen AS sendiri.
Visual itu tak berhenti di situ. Muncul juga gambar Mohammad Mosaddegh dan bahkan Martin Luther King Jr. Memang, soal sejauh mana keterlibatan pemerintah AS dalam kasus-kasus tertentu masih jadi perdebatan panas di kalangan sejarawan. Tidak semuanya terbukti di pengadilan. Tapi pesan yang ingin disampaikan, rasanya, sudah jelas.
Menurut laporan The Guardian, klimaksnya adalah ketika layar menyorot isu konflik di Timur Tengah. Kondisi di Iran dan Palestina ditampilkan, memantik reaksi yang beragam dari penonton yang hadir maupun yang menonton dari jauh.
Efeknya langsung terasa. Klip-klip pendek dari momen itu menyebar cepat di media sosial, ditonton jutaan kali dalam hitungan jam. Uniknya, beberapa kemudian dihapus. Casablancas sendiri sempat berkomentar tentang hal ini di atas panggung, menyinggung soal konten digital yang tiba-tiba hilang dari platform.
"Ini hal yang aneh, ketika sesuatu yang kamu lihat tadi malam, esok paginya seolah lenyap," ujarnya, tanpa menyebut platform mana yang dimaksud.
Nah, aksi The Strokes ini sebenarnya bukan yang pertama. Beberapa tahun belakangan, panggung Coachella dan festival besar lain kerap dijadikan medium oleh musisi untuk menyuarakan sikap. Mereka tak cuma datang untuk menghibur, tapi juga menyampaikan pandangan tentang isu-isu global yang dianggap penting. The Strokes, dengan gaya mereka yang santai tapi penuh makna, hanya menambah daftar panjang itu.
Respons pun beragam. Ada yang mengapresasi keberanian mereka, ada pula yang beranggapan panggung musik bukan tempatnya. Tapi satu hal yang pasti: pembicaraan tentang momen itu masih terus bergulir, jauh setelah musik terakhir dimainkan.
Artikel Terkait
Menaker Dorong Pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Undangan Nikah El Rumi-Syifa Hadju Bocor, Tercantum Tanggal 26 April 2026
Uya Kuya Laporkan Hoaks 750 Dapur MBG ke Polda Metro Jaya
Naza dan Albi Coba Jebak Suster Meri di Turun Ranjang