Mantan Menteri Tenaga Kerja Trump Mundur Terkait Skandal Perilaku Tak Pantas

- Selasa, 21 April 2026 | 22:55 WIB
Mantan Menteri Tenaga Kerja Trump Mundur Terkait Skandal Perilaku Tak Pantas

Lori Chavez-DeRemer, Menteri Tenaga Kerja di era pemerintahan Donald Trump, akhirnya memutuskan mundur. Pengunduran dirinya ini tak lepas dari badai skandal yang menerpa, terutama terkait tuduhan perlakuan tak pantas terhadap staf-staf perempuan muda di departemennya.

Desakan agar dia mundur memang sudah menguat belakangan ini. Inti masalahnya, menurut laporan-laporan yang beredar, berkisar pada pola komunikasi yang dianggap melanggar batas. Chavez-DeRemer, para ajudannya, bahkan anggota keluarganya sendiri, disebut-sebut kerap mengirim pesan pribadi dan berbagai permintaan aneh kepada para staf muda tersebut.

Menurut sejumlah saksi, suasana kerja di sana jadi cukup tegang. Kekhawatiran di kalangan staf pun meruyak, yang akhirnya memicu diluncurkannya penyelidikan internal.

New York Times pekan lalu merinci beberapa kejadian. Salah satunya, Chavez-DeRemer dan mantan wakil kepala stafnya dikabarkan mengirim pesan teks meminta karyawan membawakan wine untuk mereka saat perjalanan dinas. Rasanya, permintaan semacam ini jelas tidak pada tempatnya.

Tak cuma itu. Laporan yang sama menyebutkan suami dan ayah sang menteri juga aktif bertukar pesan dengan sejumlah staf perempuan muda. Yang lebih parah, beberapa staf mendapat instruksi langsung dari Chavez-DeRemer untuk "memperhatikan" kedua pria itu.

Pesan-pesan teks itulah yang kemudian dikumpulkan sebagai barang bukti dalam penyelidikan. Imbasnya, empat orang terpaksa angkat kaki dari timnya. Mereka yang dicopot termasuk mantan kepala staf, mantan wakil kepala staf, serta direktur persiapan dan personel tim keamanan yang dituduh berselingkuh dengannya.

Jadi, mundurnya Chavez-DeRemer ini seperti puncak gunung es dari serangkaian masalah perilaku yang diduga terjadi. Skandal ini meninggalkan catatan kelam di departemen yang seharusnya menjadi teladan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar