Sementara itu, performa Riski juga dapat perhatian dari Habib Muhammad Syahab. Menurutnya, penampilan Riski terkesan kurang bertenaga. Padahal, dakwah itu bukan cuma soal isi. Energi dan kekuatan ekspresi itu penting, biar pesannya sampai betul ke audiens.
Bintang tamu malam itu, Fairuz A Rafiq, juga angkat bicara. Perhatiannya tertuju pada soal konsistensi.
Nah, kalau dibandingin dengan peserta lain yang tampil lebih stabil dan penuh energi, penilaian untuk Riski memang belum cukup. Itu yang akhirnya membuat langkahnya terpaksa berakhir di top enam.
Ya, meski harus tereliminasi, perjalanan Riski di ajang ini nggak sia-sia. Setiap kritik dan masukan dari para juri itu adalah bekal. Pelajaran berharga untuk dia berkembang ke depannya.
Bagi pemuda asal Cicalengka ini, Cahaya Muda Indonesia jelas bukan cuma sekadar kompetisi. Ini adalah ruang belajar. Tempat untuk terus mengasah kualitas dan memantaskan diri, sebelum melangkah lebih jauh lagi di jalan dakwahnya.
Artikel Terkait
Ahli Gizi Ingatkan Bahaya Langsung Konsumsi Gula Saat Buka Puasa
Menkes Ingatkan Bahaya Sahur dengan Mi Instan Plus Nasi, Bisa Lemas dan Cepat Lapar
Ridho Ardesan Tersingkir dari Cahaya Muda Indonesia, Juri Soroti Kesalahan Materi dan Vokal
Finalis Agil Sulthon Pukau Juri dengan Hafalan Al-Baqarah di Cahaya Muda Indonesia