Ridho Ardesan Tersingkir dari Cahaya Muda Indonesia, Juri Soroti Kesalahan Materi dan Vokal

- Minggu, 01 Maret 2026 | 02:40 WIB
Ridho Ardesan Tersingkir dari Cahaya Muda Indonesia, Juri Soroti Kesalahan Materi dan Vokal

JAKARTA - Langkah Ridho Ardesan di ajang Cahaya Muda Indonesia iNews terpaksa berakhir. Peserta asal Tangerang itu dinyatakan tidak lolos ke babak berikutnya, meski semangatnya di panggung tak diragukan lagi. Pria 20 tahun itu belum berhasil mengamankan posisinya di antara peserta terbaik.

Sebenarnya, penampilan Ardesan dalam membaca ayat suci Al-Quran cukup baik. Tapi sayang, itu belum cukup. Dewan juri memutuskan perjalanannya harus terhenti di sini.

Juri Habib Nabiel Al Musawa mengaku mengapresiasi kualitas bacaannya. "Sudah bagus," katanya.

Namun begitu, dia menyayangkan satu hal. Dua surat yang seharusnya dibacakan ternyata terlewat. Hal itu, menurutnya, mengurangi kesempurnaan penyampaian materi yang dibawakan Ardesan.

Di sisi lain, juri lain, Habib Muhamad Syahab, punya pandangan berbeda. Secara keseluruhan, dia menilai penampilan Ardesan cukup baik. Hanya saja, ada yang mengganggu. "Terlalu banyak selingan nyanyian dalam dakwahnya," ujar Syahab.

Beberapa nada bahkan terdengar fals. Alhasil, fokus audiens jadi buyar. Pesan inti yang ingin disampaikan pun agak terganggu.

Abi Amir Faisol juga memberikan catatan evaluasi yang cukup detail. Menurut dia, pantun yang dibawakan Ardesan kurang nyambung dengan materi. Isi dakwahnya sendiri dinilai belum cukup menyentuh hati. Lalu, pilihan lagunya terlalu sering dinyanyikan dan kurang familiar di telinga pemirsa.

Bintang tamu Fairuz A Rafiq turut angkat bicara. Dia melihat penampilan Ardesan terkesan terburu-buru.

"Akibatnya, pesannya belum sepenuhnya terasa. Saya juga kurang dapat 'feel'-nya," kata Fairuz.

Meski harus angkat koper lebih awal, pengalaman di panggung besar ini tentu jadi bekal berharga. Evaluasi tajam dari para juri diharapkan bisa menjadi pelajaran untuk meningkatkan kualitas dakwah Ardesan ke depannya. Bagaimanapun, kompetisi ini bukan akhir dari segalanya.

Untuk diketahui, Cahaya Muda Indonesia adalah ajang kompetisi dakwah yang tayang spesial di iNews. Program religi ini menampilkan generasi muda terbaik dari berbagai penjuru Tanah Air.

Para pesertanya tidak cuma diuji soal kemampuan ceramah yang inspiratif. Mereka juga harus menunjukkan kepiawaian dalam menafsirkan Al-Quran, pemahaman keislaman, kreativitas penyampaian, dan ketangguhan mental saat menghadapi pertanyaan dewan juri yang tak jarang menohok.

Program ini menghadirkan dewan juri yang kompeten. Tugas mereka bukan cuma menilai, tapi juga membina para peserta agar terus berkembang menjadi dai muda yang inspiratif. Dipandu oleh Ruben Onsu, setiap episodenya juga sering diramaikan kehadiran bintang tamu spesial.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar