Drama Kolosal Pursuit of Jade Tayang Perdana 6 Maret 2026

- Senin, 02 Maret 2026 | 03:30 WIB
Drama Kolosal Pursuit of Jade Tayang Perdana 6 Maret 2026

Sudah ada kabar resmi nih buat para penggemar drakor dan drama Tiongkok. Serial sejarah yang digadang-gadang, Pursuit of Jade, akhirnya punya tanggal tayang pasti. Drama kolosal ini bakal menghiasi layar kaca mulai 6 Maret 2026 mendatang. Kabarnya sih, sejak pengumuman itu beredar, langsung ramai jadi perbincangan.

Yang bikin penasaran, tentu saja jalan ceritanya. Konon, Pursuit of Jade ini bakal mengusung 40 episode penuh dengan gejolak emosi dan panorama visual yang epik. Alurnya sendiri disebut-sebut memadukan banyak unsur: mulai dari romansa, intrik politik, sampai pertarungan berdarah di medan perang. Sebuah paket lengkap untuk genre sejarah.

Lalu, seperti apa cerita di balik judul yang puitis itu?

Semuanya berawal dari sebuah pertemuan di tengah badai salju yang kejam. Fan Chang Yu, seorang gadis putri tukang jagal, tiba-tiba harus memikul beban sebagai kepala keluarga setelah ditinggal orang tuanya. Hidupnya berubah total.

Di sisi lain, ada Xie Zheng. Pria ini dulunya bangsawan terpandang, tapi kini jatuh tersungkur. Dia menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya, diselimuti satu misi tunggal: balas dendam. Dendam atas tragedi kelam yang menghancurkan keluarganya tujuh belas tahun silam.

Pertemuan mereka bukanlah kebetulan belaka. Masing-masing punya agenda tersembunyi. Akhirnya, terciptalah sebuah pernikahan kontrak. Sebuah transaksi yang saling menguntungkan. Chang Yu butuh pelindung, sementara Zheng butuh kedok untuk rencananya.

Namun begitu, hubungan yang awalnya dingin dan penuh perhitungan itu lambat laun mencair. Dari yang cuma sekadar kepentingan, tumbuhlah rasa saling percaya. Bahkan, tanpa disadari, cinta mulai bersemi di antara mereka. Tapi tentu saja, jalan menuju kebahagiaan tak pernah mulus.

Konflik besar akhirnya pecah. Perang dan intrik kekuasaan memaksa mereka berpisah, tercerabut dari sisi satu sama lain oleh gelombang kekacauan.

Fan Chang Yu bukanlah tipe wanita yang pasrah. Dengan membawa pisau jagal peninggalan ayahnya, dia nekat turun ke medan pertempuran. Tujuannya jelas: mencari suaminya, mengumpulkan keluarganya, dan memperjuangkan keadilan yang telah direnggut. Sosoknya digambarkan sangat tangguh, melawan segala batasan zaman.

Sementara itu, Xie Zheng berjuang merebut kembali tahta dan kehormatannya. Dia maju ke garis depan, bukan hanya untuk membela negara, tapi juga melindungi orang yang dicintainya. Perjalanan balas dendamnya ternyata lebih dari sekadar urusan menumpahkan darah; ini tentang memulihkan nama baik keluarga.

Dan seperti yang diduga, takdir mempertemukan mereka kembali. Kali ini, di tengah hingar-bingar perang. Mereka bertarung berdampingan, saling melindungi, menghadapi maut bersama-sama.

Bersatu lagi, mereka berdua akhirnya berusaha membongkar semua kebenaran yang tersembunyi. Melawan kekuasaan yang korup, dan berpegang teguh pada prinsip yang dulu mempertemukan mereka. Reuni ini bukan cuma sekadar pelukan mesra, tapi lebih merupakan simbol kesetiaan pada janji, keluarga, dan tentu saja, cinta.

Soal pemain, serunya nggak kalah.

Zhang Ling He dapat peran sebagai Xie Zheng, si bangsawan misterius penuh luka. Tian Xi Wei akan berperan sebagai Fan Chang Yu, si perempuan kuat berhati baja. Mereka didukung oleh Snow Kong dan Deng Kai.

Dibalik layar, naskah drama ini ditulis oleh Zou Yue, sementara tongkat sutradara dipegang oleh Zeng Qing Jie. Buat yang mau nonton, catat baik-baik: Pursuit of Jade tayang perdana 6 Maret 2026. Kabarnya sih bakal tayang di beberapa platform streaming populer kayak WeTV, iQIYI, dan iflix.

Secara garis besar, Pursuit of Jade menjanjikan sebuah kisah cinta yang lahir dari kepentingan, lalu ditempa oleh konflik dan peperangan. Cocok banget buat kamu yang suka drama sejarah dengan percikan romansa yang kuat dan alur balas dendam yang bikin tegang.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar