Markas besar Garda Revolusi Iran kini hancur. Militer Amerika Serikat mengonfirmasi penghancuran itu terjadi pada hari Minggu, 1 Maret, waktu setempat. Sebuah pukulan telak.
Lewat sebuah pernyataan yang dirilis Senin (2/3/2026), Komando Pusat AS atau CENTCOM tak ragu menyebut keunggulannya. "Amerika punya militer terkuat di dunia," bunyi pernyataan itu, "dan IRGC tidak lagi memiliki markas besar."
Pernyataan tegas itu datang dengan sebuah alasan yang muram. Menurut CENTCOM, korps elite Iran itu telah menewaskan lebih dari seribu warga Amerika dalam kurun waktu hampir setengah abad tepatnya 47 tahun terakhir.
"Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah membunuh lebih dari 1.000 warga Amerika selama 47 tahun terakhir. Kemarin, serangan besar-besaran AS telah memenggal kepala ular itu,"
Ungkapan metaforis "memenggal kepala ular" jelas merujuk pada serangan skala penuh yang dilancarkan AS bersama Israel, bernama kode "Epic Fury". Serangan gabungan yang dimulai Sabtu (28/2) itu dikabarkan merenggut nyawa sejumlah petinggi Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei, plus ratusan warga sipil lainnya.
Namun begitu, Iran tak tinggal diam. Balasan datang hampir bersamaan. Pada hari Sabtu yang sama dan berlanjut ke Minggu, mereka meluncurkan serangan balik. Sasaran mereka juga meluas, tidak hanya ke wilayah operasi AS tetapi juga ke Riyadh dan provinsi Timur Arab Saudi, menunjukkan eskalasi konflik yang mencemaskan.
Artikel Terkait
BWF Resmi Ubah Format Turnamen Super 1000, Durasi Diperpanjang hingga 11 Hari
Kejaksaan Agung Dinilai Berani Bongkar Korupsi di Badan Gizi Nasional, Beri Peringatan Keras ke Pengelola Program MBG
Trump Tegaskan Tak Akan Cairkan Aset Iran Sebelum Ada Kesepakatan
Imigrasi Perketat Pengawasan WNA Usai Pengungkapan Kasus Love Scamming di Semarang