Menkes Ingatkan Bahaya Sahur dengan Mi Instan Plus Nasi, Bisa Lemas dan Cepat Lapar

- Minggu, 01 Maret 2026 | 03:05 WIB
Menkes Ingatkan Bahaya Sahur dengan Mi Instan Plus Nasi, Bisa Lemas dan Cepat Lapar

JAKARTA – Mi instan plus nasi. Menu sahur yang praktis dan akrab di banyak meja makan ini ternyata punya efek yang kurang mengenakkan. Alih-alih bertenaga, tubuh malah bisa lemas dan cepat lapar sebelum waktunya berbuka.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin baru-baru ini mengingatkan hal itu. Lewat unggahan di Instagram-nya pada Minggu (1/3/2026), dia membeberkan soal dampak pola makan tinggi karbohidrat sederhana saat sahur.

“Jika yang dikonsumsi adalah karbohidrat sederhana berlebihan, gula darah akan naik cepat lalu turun cepat,” ujarnya.

Menurutnya, kombinasi mi instan dan nasi itu adalah contoh ‘double karbohidrat’ yang bermasalah. Keduanya didominasi karbohidrat olahan dengan indeks glikemik tinggi. Padahal, saat sahur, tubuh butuh asupan yang bisa bertahan lama sebagai cadangan energi.

“Akibatnya, sebelum waktu berbuka, tubuh sudah terasa lemas dan perut kembali lapar,” tegas Budi.

Efeknya nggak cuma sampai di situ. Lonjakan gula darah yang drastis itu juga bisa bikin ngantuk, sulit konsentrasi, dan malah memicu keinginan untuk balas dendam dengan makanan manis saat buka puasa. Kalau diteruskan, kebiasaan ini berisiko menaikkan berat badan dan mengacaukan kontrol gula darah, terutama buat mereka yang punya risiko diabetes.

Nah, ada lagi soal garam. Mi instan umumnya mengandung natrium yang cukup tinggi. Konsumsi garam berlebih pas sahur bisa bikin kita cepat haus sepanjang hari. “Ini tentu mengganggu kenyamanan berpuasa,” tambah Menkes.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar