Soal kualitas tidur, ternyata nggak cuma bergantung pada durasi aja. Apa yang kita makan dan minum saat berbuka juga pengaruh besar. Makanan yang terlalu berat, berlemak, atau terlalu manis bisa bikin sistem pencernaan kerja keras sepanjang malam. Alhasil, tidur jadi nggak nyenyak.
Makanan pedas juga sebaiknya dikurangi, karena bisa memicu rasa panas di perut atau kembung. Pilihan yang lebih bijak adalah mengonsumsi makanan ringan dan seimbang saat berbuka. Tubuh yang nggak kecapekan mencerna, akan lebih mudah diajak rileks dan terlelap.
Lingkungan tidur juga faktor krusial yang sering dilupakan. Ciptakan suasana kamar yang gelap, hening, dan punya sirkulasi udara yang baik. Suasana seperti ini jauh lebih kondusif untuk istirahat yang berkualitas.
Satu hal lagi, coba jauhkan diri dari gadget seperti ponsel atau laptop menjelang tidur. Menurut sejumlah penelitian, cahaya biru dari layar bisa mengacaukan produksi melatonin, hormon yang ngatur siklus tidur kita.
Intinya, dengan mengatur pola tidur, memperhatikan asupan makanan, dan menciptakan kamar yang nyaman, kita bisa menjaga kebugaran selama Ramadan. Tubuh yang cukup istirahat tentu akan lebih berenergi, sehingga ibadah dan aktivitas harian pun bisa dijalani dengan lebih optimal.
Artikel Terkait
Lindi Fitriyana Ungkap Surat Cinta untuk Calon Bayi di Media Sosial
Lindi Fitriyana Konfirmasi Kehamilan Lewat Unggahan Instagram
Anrez Adelio Bantah Tudingan Penelantaran Anak via Kuasa Hukum
Keluarga Vidi Aldiano Soroti Fenomena Pemanfaatan Duka untuk Cari Perhatian