Industri Herbal Indonesia Tumbuh, UMKM Lokal Hadapi Tantangan Keamanan dan Impor

- Jumat, 20 Februari 2026 | 23:15 WIB
Industri Herbal Indonesia Tumbuh, UMKM Lokal Hadapi Tantangan Keamanan dan Impor

Komitmen pada Kualitas dan Pemberdayaan

Tekad itu membuahkan hasil. Dalam lima tahun, usahanya berkembang dari satu produk menjadi perusahaan multi-brand yang seluruh bahan bakunya bersumber dari dalam negeri. Komitmen pada keamanan dan kualitas menjadi nilai utama. Yang unik, perusahaan ini dijalankan dengan sistem kerja remote 100%, tanpa kantor fisik, dengan tim yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Model operasi ini sengaja dipilih Habibur sebagai bagian dari misi pemberdayaan. Ia menjelaskan bahwa pendekatan remote membuka lapangan kerja bagi talenta muda di daerah yang seringkali memiliki akses terbatas. "Dengan memanfaatkan teknologi, kami membuktikan bahwa keterbatasan geografis dan modal awal bukanlah penghalang untuk membangun ekosistem bisnis yang solid dan kompetitif di era digital," jelasnya.

Melampaui Bisnis, Menjaga Warisan

Perjalanan CV Surakarta Herbal memberikan pelajaran berharga tentang ketekunan dan inovasi bagi pelaku UMKM. Bagi Habibur, ini lebih dari sekadar urusan profit. Ada tanggung jawab moral yang lebih besar untuk melestarikan warisan herbal Nusantara.

Ia menegaskan bahwa misinya adalah memastikan kekayaan sumber daya herbal Indonesia tetap menjadi pilihan utama masyarakat, mampu bersaing, dan tidak tergerus oleh produk asing. Upaya ini, bersama dengan penguatan standarisasi industri secara nasional, diharapkan dapat terus mendorong ketahanan sektor kesehatan sekaligus menggerakkan roda ekonomi dari hulu ke hilir.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar