Kecaman keras dilayangkan Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani. Dalam sebuah panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian, ia menyoroti penargetan infrastruktur sipil di tengah konflik yang kian memanas di Timur Tengah. Menurutnya, tindakan semacam itu tak bisa dibenarkan.
Lewat unggahan di media sosial, Kementerian Luar Negeri Qatar mengungkapkan percakapan kedua pemimpin itu fokus pada eskalasi militer yang sedang terjadi. Dampaknya terhadap stabilitas kawasan pun jadi bahan pembicaraan. Al-Thani juga menyampaikan keberatan atas serangan-serangan Iran yang mengenai Qatar dan negara tetangga lain yang berusaha menjaga netralitas.
"Yang Mulia menegaskan, menargetkan infrastruktur sipil dan sumber daya rakyat adalah perilaku yang tak dapat diterima," bunyi pernyataan resmi itu. "Ini patut dikutuk oleh siapa pun dan dalam keadaan apa pun."
Klaim Israel Lumpuhkan Industri Petrokimia Iran
Di sisi lain, dari Tel Aviv, nada yang terdengar sama sekali berbeda. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan lantang mengklaim keberhasilan pasukannya. Mereka dikatakan telah menghancurkan pabrik petrokimia terbesar milik Iran. Tujuannya? Memutus aliran dana untuk kepentingan militer.
"Kami secara sistematis melumpuhkan mesin uang IRGC," tulis Netanyahu di akun X-nya, merujuk pada Korps Garda Revolusi Islam.
Artikel Terkait
MA Tetapkan BPK Sebagai Satu-Satunya Lembaga Penghitung Kerugian Negara
WHO Tetapkan Bersama untuk Kesehatan, Berdiri dengan Sains sebagai Tema Hari Kesehatan Sedunia 2026
IHSG Tertekan Ketegangan Timur Tengah dan Daftar Saham BEI
Polisi Banten Siap Panggil Mahasiswa Diduga Rekam Dosen di Toilet Kampus